PENGARUH SPIRULINA TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI …

Click here to load reader

  • date post

    09-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH SPIRULINA TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI …

TROFOBLAST PADA KADAR β hCG TIKUS BUNTING
PREEKLAMPSIA (studi bahan biologis tersimpan)
TUGAS AKHIR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat
anugrahnyaNya-lah, Saya dapat menyelesaikan proposal tugas akhir ini dengan judul
“pengaruh spirulina terhadap perbaikan fungsi trofoblast pada kadar β hcg tikus bunting
preeklampsia (studi bahan biologis tersimpan)” tepat pada waktunya dan dengan cukup baik.
Saya terdorong untuk meneliti topik ini oleh karena ingin lebih mengetahui tentang
apakah pengaruh spirulina terhadap perbaikan fungsi trofoblast pada kadar β hcg tikus bunting
preeklampsia (studi bahan biologis tersimpan).
Proposal tugas akhir ini dapat terselesaikan karena dukungan dari berbagai pihak. Oleh
sebab itu pada kesempatan ini saya sampaikan terima kasih kepada:
1. Prof. DR. Soedarto, DTMH, PhD, SpParK Microbiologist Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang telah memberikan kesempatan kepada
kepala penulis menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma
Surabaya.
2. Harry Kurniawan Gondo, dr., Sp.OG (K) sebagai pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, arahan, serta dorongan dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
3. Noer Kumala Indah Sari, S.Si., M.Si Sebagai penguji tugas akhir.
4. Kepala bagian laboratorium central ilmu hayati Universitas Brawijaya malang yang
telah memberi bantuan untuk menyelenggarakan penelitian penulis.
5. Kepala Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
6. SegenapTim Pelaksana Tugas Akhir dan sekretariat Tugas Akhir Fakultas Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang telah memfasilitasi proses penyelesaian
Tugas Akhir ini.
7. Semua pihak yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu yang telah membantu
dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.
Saya menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saya mengharapkan segala masukan ddemi sempurnanya tulisan ini.
Akhirnya kami berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang
terkait.
V
A. Konsep Kehamilan ......................................................................................... 5
1. Definisi Kehamilan ............................................................................ 5
2. Fase Kehamilan .................................................................................. 6
A. Kerangka Konsep ........................................................................................... 19
A. Rancangan Penelitian ..................................................................................... 23
C. Sampel............................................................................................................ 25
G. Prosedur Penelitian ........................................................................................ 29
H. Pengumpulan Data ......................................................................................... 32
I. Analisa Data ................................................................................................... 32
A. Hewan coba .................................................................................................... 35
B. Gambaran Penelitian ...................................................................................... 35
C. Analisa kadar Hcg setelah diinduksi Interleukin 6 ........................................ 36
D. Analisa kadar Hcg setelah pemberian spirulina yang teriinduksi Interleukin 6 37
E. Uji Statistik .................................................................................................... 38
BAB VI PEMBAHASAN ........................................................................................ 41
VIII
Tabel 4.2 Jadwal Pengumpulan Data ........................................................................ 32
Tabel 5.1 Kadar Hcg setelah diinduksi IL 6 .............................................................. 36
Tabel 5.2 Kadar Hcg setelah pemberian spirulina yang terinduksi IL6 .................... 37
Tabel 5.3 Hasil pengujian normalitas Kolmogrov-Smirnov ....................................... 38
Tabel 5.4 Hasil uji homogenitas varians (uji Levene’s Test ) .................................... 38
Tabel 5.5 Hasil uji One Way Anova .......................................................................... 39
Tabel 5.6 Hasil Uji LSD ............................................................................................ 40
X
Gambar 2.3 Serbuk Spirulina Plantesis .................................................................................. 15
Gambar 2.4 Tikus Wistar ............................................................................................. 18
Gambar 3.1 Kerangka Konsep ..................................................................................... 19
Gambar 4.1 Skema Rancangan Penelitian .................................................................. 23
Gambar 4.3 Alur Penelitian ......................................................................................... 31
XI
LH = Luteinizing Hormone
Preeklamsia adalah gangguan multisistem spesifik pada kehamilan yang ditandai
dengan peningkatan kadar sitokin Interleukin 6 dan peningkatan kadar β hCG. Spirulina
merupakan alga hijau biru yang mengandung zat aktif yakni antioksidan, vitamin, mineral.
mempunyai fungsi yakni antiinflamasi dst.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spirulina terhadap perbaikan fungsi
trofoblast pada kadar hcg tikus bunting preeklampsia (studi bahan biologis tersimpan).
Jenis penelitian ini eksperimental laboratoric, dengan desain post test only control group
design. Sebanyak 25 ekor tikus dengan model preeklampsia yang diinduksi Interleukin 6 dibagi
menjadi 5 kelompok yakni kelompok kontrol tanpa perlakuan, kelompok kontrol positif dengan
induksi Interleukin 6, kelompok pemberian spirulina dosis 10 mg/hr, 20 mg/hr dan 40 mg/hr.
diukur kadar β hCG.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian spirulina dengan kadar β hCG
kelompok Dosis spirulina 10 mg/hr tidak berbeda signifikan dengan kelompok Dosis 20 (0,353
> 0,05), kadar β hCG dosis spirulina 10 mg/hr lebih tinggi yakni 85,11 ± 25,70 mIU/ml dari
Dosis spirulina 20 mg/hr sebesar 79,65 ± 10,65 mIU/ml. Pada Kadar β hCG kelompok Dosis
spirulina 10 mg/hr dan Kelompok Dosis spirulina 40 mg/hr tidak terdapat perbedaan signifikan
(0,730 > 0,05), kadar β hCG Kelompok Dosis spirulina 40 mg/hr lebih tinggi yakni 93,28 ±
17,12 mIU/ml dari Kelompok Dosis spirulina 10 mg/hr sebesar 85,11 ± 25,70 mIU/ml.
Kesimpulan pemberian spirulina dengan dosis 10 mg mampu menurunkan kadar β hCG
secara signifikan (P < 0,05) daripada dosis 20 mg/hr dan 40 mg/hr.
Kata Kunci: Preeklampsia, Interleukin 6, β hCG, Spirulina
XIII
Abstrac
green-blue alga has bioactive compound namely antioxidant, vitamin, mineral. And has benefit
namely antiinflamation
The aim of this research was to know how spirulina influence to repair trophoblast in Hcg
concentration on rat pregnancy (biology material collecting). The type of this research is an
experimental laboratoric with post test only control group design. 25 rat preeclampsia models
that induced by Interleukin 6. Grouped to five group: Control, Control Positive, Spirulina 10
mg/hr dose, 20 mg/hr dose and 40 mg/hr dose and β hCG analysis
The results of this study showed that spirulina with β hCG group level of spirulina 10 mg / hr
did not differ significantly with group Dose 20 (0,353> 0,05),β hCG level of spirulina dose 10
mg / hr higher ie 85,11 ± 25 , 70 mIU / ml of spirulina dose of 20 mg / hr was 79.65 ± 10.65
mIU / ml. In the β-hCG concentration group, the spirulina dose of 10 mg / hr and the Group
Dose of spirulina 40 mg / hr no significant difference (0.730> 0.05), β hCG group Spirulina
dose 40 mg / hr higher 93.28 ± 17, 12 mIU / ml of Group Dose of spirulina 10 mg / hr of 85.11
± 25.70 mIU / ml.
The conclusion of this research was induced spirulina in rat has decrased concentration β hCG
significantly.