ikterus ppt

Click here to load reader

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    195
  • download

    14

Embed Size (px)

description

ppt

Transcript of ikterus ppt

Slide 1

DEFINISIKata ikterus (jaundice) berasal dari kata Perancis jaune yang berarti kuning. Ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya (membrane mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah.Pada orang dewasa, ikterus akan tampak apabila serum bilirubin > 2 mg/dL (> 17 mol/L)pada neonatus baru tampak apabila serum bilirubin > 5 mg/dL ( >86mol/L). IKTERUS

FISIOLOGISPATOLOGISIKTERUS FISIOLOGISIkterus fisiologis adalah keadaan hiperbilirubin karena factor fisiologis yang merupakan gejala normal dan sering dialami bayi yang baru lahir. Ikterus fisiologis diantaranya sebagai berikut :timbul pada hari kedua dan ketigakadar bilirubin indirect tidak melebihi 10mg/dl % pada neonatus cukup bulan dan 12,5mg/dl % untuk neonatus lebih bulan.Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak melebihi 5mg/dl % perhariIkterus menghilang pada 10 hari pertamaTidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologikIkterus patologis

Terjadi dalam 24 jam pertamaKadar bilirubin melebihi 10mg/dl % pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg/dl % pada neonatus kurang bulan.Peningkatan bilirubin melebihi 5 mg/dl% perhariIkterus menetap sesudah 2 minggu pertamaKadar bilirubin direct melebihi 1mg/dl Mempunyai hubungan dengan proses hemolitik

ETIOLOGY1. Peningkatan produksiHemolisis, misalnya pada inkompalibilitas yang terjadi bila terdapat ketidaksesuaian golongan darah dan anak pada penggolongan rhesus dan ABO. Perdarahan tertutup misalnya pada trauma kelahiran Kelainan congenital 2. Gangguan transportasi akibat penurunan kapasitas pengangkutan misalnya hipoalbuminemia atau karena pengaruh obat-obat tertentu misalnya sulfadiazine.

ETIOLOGY3. Gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme atau toksin yang dapat langsung merusak sel hati dan darah merah seperti infeksi, toksoplasmasiss, syphilis.4. Peningkatan sirkulasi enterohepatik, misalnya pada ileus obstruktif.

PATOFISIOLOGY

PENILAIAN MENURUT KRAMMERPenilaian ikterus dan derajat ikterus dengan cara Kramer dengan membagi derajat ikterus bayi baru lahir dalam 5 bagian yang dimulai cara :

Hubungan kadar ikterus dengan bilirubin

Derajat IkterusDaerah IkterusPerkiraan kadar bilirubinatermPreterm1Kepala sampai leher5,4-2Kepala, badan dan umbilicus8,99,43Kepala, badan, paha sampai lutut11,811,44Kepala, badan,ekstremitas sampai dengan pergelangan tangan dan kaki15,813,35Kepala, badan semua ekstremitas sampai dengan ujung kaki--DIAGNOSA

Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.Anamnesis 1. Riwayat kehamilan dengan komplikasi (obat-obatan, ibu DM, gawat janin, malnutrisi intra uterin, infeksi intranatal) 2. Riwayat persalinan dengan tindakan / komplikasi 3. Riwayat ikterus / terapi sinar / transfusi tukar pada bayi sebelumnya 4. Riwayat inkompatibilitas darah 5. Riwayat keluarga yang menderita anemia, pembesaran hepar dan limpaLANJUTANPemeriksaan FisikSecara klinis ikterus pada neonatus dapat dilihat segera setelah lahir atau beberapa hari kemudian. Amati ikterus pada siang hari dengan lampu sinar yang cukup. Ikterus akan terlihat lebih jelas dengan sinar lampu dan bisa tidak terlihat dengan penerangan yang kurang, terutama pada neonatus yang kulitnya gelap. Penilaian ikterus akan lebih sulit lagi apabila penderita sedang mendapatkan terapi sinar. Tekan kulit secara ringan memakai jari tangan untuk memastikan warna kulit dan jaringan subkutan. Waktu timbulnya ikterus mempunyai arti penting pula dalam diagnosis dan penatalaksanaan penderita karena saat timbulnya ikterus mempunyai kaitan erat dengan kemungkinan penyebab ikterus tersebut.

LANJUTANPemeriksaan laboratoriumPemeriksaan serumbilirubin (bilirubin total dan direk) harus dilakukan pada neonatus yang mengalami ikterus. Terutama pada bayi yang tampak sakit atau bayi-bayi yang tergolong risiko tinggi terserang hiperbilirubinemia berat. Namun pada bayi yang mengalami ikterus berat, lakukan terapi sinar sesegera mungkin, jangan menunda terapi sinar dengan menunggu hasil pemeriksaan kadar serum bilirubin.Transcutaneous bilirubin (TcB) dapat digunakan untuk menentukan kadar serum bilirubin total, tanpa harus mengambil sampel darah. Namun alat ini hanya valid untuk kadar bilirubin total < 15 mg/dL (9>12>20>2549-72>12>15>25>30>72>15>17>25>30LANJUTANBayi lahir kurang bulan perlu fototerapi jika :

Usia (jam)Berat lahir BL 1500 2000 g kadar bilirubinBL > 2000 g kadar bilirubin

>4>4>525-48>5>7>8

49-72>7>8>10>72>8>9>12LANJUTAN.Transfusi TukarTransfuse pengganti atau imediat didindikasikan adanya faktor-faktor :

1. Titer anti Rh lebih dari 1 : 16 pada ibu2. Penyakit hemolisis berat pada bayi baru lahir3. Penyakit hemolisis pada bayi saat lahir perdarahan atau 24 jam pertama4. Kadar bilirubin direk labih besar 3,5 mg/dl di minggu pertama5. Serum bilirubin indirek lebih dari 20 mg/dl pada 48 jam pertama6. Hemoglobin kurang dari 12 gr/dl7. Bayi pada resiko terjadi kern Ikterus

LANJUTANTransfusi tukarTransfusi pengganti digunakan untuk:1. Mengatasi anemia sel darah merah yang tidak susceptible (rentan) terhadap sel darah merah terhadap antibody maternal2. Menghilangkan sel darah merah untuk yang tersensitisasi (kepekaan)3. Menghilangkan serum ilirubin4. Meningkatkan albumin bebas bilirubin dan meningkatkan keterikatan dangan bilirubin

FototherapyTransfusi ganti

KOMPLIKASIKomplikasi yang mungkin timbul dari ikterus neonatorum terjadi kern ikterus, yaitu kerusakan otak akibat perlengkatan bilirubin indirect pada otak terutama pada korpus striatum, thalamus, nucleus subtalamus hipokampus, nucleus merah di dasar ventrikel IV

PROGNOSISHiperbilirubinemia baru akan berpengaruh buruk apabila bilirubin indirek telah melalui sawar darah otak. Pada keadaan ini penderita mungkin menderita kernikterus atau ensefalopati biliaris. Pada masa neonatus gejala mungkin sangat ringan dan hanya memperlihatkan gangguan minum, latergi dan hipotonia. Selanjutnya bayi mungkin kejang, spastik dan ditemukan epistotonus. Pada stadium lanjut mungkin didapatkan adanya atetosis disertai gangguan pendengaran dan retardasi mental di hari kemudian. Dengan memperhatikan hal di atas, maka sebaiknya pada semua penderita hiperbilirubinemia dilakukan pemeriksaan berkala, baik dalam hal pertumbuhan fisis dan motorik, ataupun perkembangan mental serta ketajaman pendengarannya.

TERIMA KASIH