Gelombang Dan Optik Revisi

download Gelombang Dan Optik Revisi

of 27

  • date post

    15-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    15
  • download

    0

Embed Size (px)

description

optik

Transcript of Gelombang Dan Optik Revisi

GELOMBANG DAN OPTIK Pemantulan Pada Cermin Permukaan Sferis dan Aberasi Sferis

Pemantulan Dan Pembiasan Pada Cermin Lengkung

Cara pemantulan cahaya pada permukaan lengkung sama seperti pada cermin permukaan datar. Ketika sudut bergantung terhadap jari-jari R pada permukaan, seperti gambar 12.15. Saat ditempatkan sebuah sumber titik cahaya o pada jarak o dari cermin. Kita ingin menentukan bagaimana cahaya meninggalkan sumber dan membentuk sudut terhadap sumbu . Jarak bayangan yang terbentuk dari cermin adalah i.Pemantulan Pada Cermin Permukaan Sferis dan Aberasi SferisMATERI 1MATERI 2KESIMPULANContoh soalKesimpulan Benda yang diletakkan depan cermin lengkung memiliki sifat pemantulan seperti pada cermin datar dan berlaku rumus:m = -Aberasi sferis adalah cacat bayangan pada cermin yang diakibatkan oleh sinar pantul yang tidak tepat di titik fokus.

Dengan menggunakan Geometri, kita tentukan:

Eliminasi dari kedua persamaan diatas

Bila sudut dinyatakan dalam radian, maka , , dan dapat dituliskan sebagai

Jika , , kecil, kita dapat melakukan pendekatan tan , tan , tan

Kita asumsikan bahwa semua sudut , , itu kecil. Ketika kita mengukur dalam radian, menjadi , , 1Karena bila , , sangat besar bayangan yang terbentuk dapat tidak jelas atau buram

9 Kita definisikan panjang fokus dari cermin sebagai gambar yang terbentuk ketika sumber cahaya ditempatkan sejauh tak berhingga, o,

Menggunakan panjang fokus, rumus cermin menjadi (gambar 12.16)

perbandingan antara tinggi h dan h disebut dengan perbesaran m. kita mendefinisikan :

Gambar 12. 18.

Perbesaran untuk bayangan terbalik kita nyatakan dengan negatif. Sehingga menjadi

jika kita menafsirkan tanda (+ atau -) untuk semua kuantitas, o, i, dan f. Tanda dan perjanjian kita ambilo, i 0 untuk objek dan gambar (bayangan) di depan cerminO, i 0 untuk objek dan gambar (bayangan) di belakang cerminf 0 untuk cermin cekung (R 0)f 0 untuk cermin cembung (R0). . . . Dari rumus cermin pada pembahasan sebelumnya, kita mengasumsikan h, adalah jarak vertikal antara titik P dan sumbu utama berbanding terbalik dengan kurva jari-jari R. Pada kondisi ini, sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus pada

.

Disini, kita menghapus asumsi ini dan menemukan dimana sinar paralel menyentuh sumbu setelah dipantulkan. Nilai maksimum h adalah R.

Dari gambar 12. 21, kita dapatkan:

Eliminasi dan , kita dapatkan:

Jika , kita peroleh . Jika h bertambah besar maka i lebih kecil dan ketika h=3 maka i=0.

Gambar 12.22 peristiwa sinar sejajar terhadap sumbu yang tidak fokus jika cermin bercelah besar (aberasi/ cacat bayangan pada cermin permukaan lengkung).

oleh karena itu m menjadi positif untuk bayangan tegak (pada arah panah yang sama) dan m menjadi negatif untuk bayangn terbalik (pada arah panah yang berlawanan). pada contoh sebelumnya :m = = - 0,5Sekarang anggap bahwa o = +5 cm pada contoh sebelumnya. jika kita menggunakan secara langsung formula :+=

kita akan mendapatkan i = -10 cm (m = +2,0) di mana hal tersebut mengatakan pada kita bahwa bayangan yang terbentuk di belakang cermin (i