Teori Tektonik Lempeng

Click here to load reader

download Teori Tektonik Lempeng

of 23

  • date post

    18-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    25
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Gologi Dinamik

Transcript of Teori Tektonik Lempeng

  • Tektonik Lempeng

    Copyright@2014 by Djauhari Noor

    5

    TEKTONIK LEMPENG

    5.1 PENDAHULUAN

    Dalam terminologi geologi, lempeng adalah batuan padat, berbentuk menyerupai balok yang

    bersifat kaku dan berukuran sangat besar. Kata tektonik berasal dari bahasa Yunani yang artinya

    eagu. Bedasaka dua suku kata ii aka kata tektonik lempeng merujuk pada bagaimana permukaan Bumi dibangun dari lempeng-lempeng. Teori tektonik lempeng menyatakan

    bahwa lapisan terluar Bumi tersusun dari fragmen-fragmen yang berjumlah lebih dari selusin yang

    terdiri dari lempeng-lempeng besar maupun kecil, dimana lempeng-lempeng tersebut saling

    bergeser satu dan lainnya diatas lapisan material yang bersifat mobil dan panas. Sebelum

    diperkenalkannya konsep tektonik lempeng, beberapa akhli kebumian mempercayai bahwa benua-

    benua yang ada saat ini merupakan hasil pemisahan dari daratan yang sangat luas yang disebut

    seagai supeotiet Pangea. Terjadinya pemisahan benua-benua dari asalnya telah dijelaskan dalam teori pengapungan benua yang di gagas oleh Alfred Wagener pada tahun 1915.

    Tektonik lempeng merupakan konsep dari ilmu geologi yang relatif baru, yang diperkenalkan

    sekitar tahun 1960-an dan konsep ini telah merubah pandangan dan pemahaman kita terhadap

    planet bumi yang dinamis. Teori tektonik lempeng telah mempersatukan kajian-kajian tentang

    Bumi dari berbagai sudut pandang keilmuan yang ada dalam cabang ilmu geologi, mulai dari cabang

    ilmu yang mempelajari tentang fosil (paleontologi) sampai cabang ilmu yang mempelajari

    kegempaan (seismologi). Konsep atau teori Tektonik lempeng mampu menjelaskan berbagai

    pertanyaan yang saat itu belum terjawab dan masih bersifat spekulatif serta menjadi perdebatan

    selama berabad abad, seperti misaalnya pertanyaan-pertanyaan tentang: mengapa gempabumi

    dan erupsi gunungapi di dunia ini hanya terjadi di tempat tempat tertentu saja?; bagaimana dan

    mengapa rangkaian pegunungan yang besar-besar, seperti pegunungan Alpin dan Himalaya

    terbentuk? ; mengapa Bumi tidak diam? ; apa yang menyebabkan permukaan bumi berguncang? ;

    mengapa bisa terjadi erupsi gunungapi dengan letusan yang sangat dahsyat?; dan mengapa

    rangkaian pegunungan berada pada ketingian yang sangat absurd ? Para ilmuwan, filosof, dan

    teolog dengan pengetahuan yang dimilikinya berusaha untuk menjelaskan pertanyaan-pertanyaan

    tersebut selama hampir satu abad. Pada abad ke 17, para pemikir di Eropa mengemukakan bahwa

    banjir merupakan faktor utama dan berperan penting dalam pembentukan permukaan Bumi.

  • Tektonik Lempeng

    Copyright@2014 by Djauhari Noor

    Pemikiran ini kemudian dikenal sebagai faham katatofise, yaitu faham yang didasarkan pada pemikiran bahwa semua perubahan yang terjadi dimuka bumi terjadi secara tiba-tiba yang

    disebabkan oleh serangkaian peristiwa katatrofisme. Namun demikian, pada pertengahan abad ke

    19, faham katatrofisme kemudian ditiggalka da ealih kepada faha uifoitaiaise yaitu cara pandang baru tentang prinsip-prinsip keseragaman yang diajukan oleh James Hutton

    pada tahun 1785, seorang akhli geologi Skotlandia. Prinsip-prinsip uniformitarianisme menyatakan

    bahwa The peset is the key to the past, yaitu suatu pemikiran yang menganggap bahwa proses-proses dan gaya-gaya geologi yang bekerja dimuka Bumi saat ini, secara berangsur sebagaimana

    katatrofisme, juga bekerja pada masa yang lampau .

    Tektonik lempeng telah terbukti menjadi sangat penting dalam ilmu kebumian sama halnya

    ketika diketahuinya struktur atom didalam ilmu fisika dan ilmu kimia atau teori evolusi dalam ilmu

    biologi. Teori tektonik lempeng saat ini secara luas sudah diterima oleh komunitas ilmuwan, namun

    demikian beberapa aspek dari teori ini masih menjadi perdebatan sampai hari ini. Ironisnya, satu

    pertanyaan paling utama yang gagal dijelaskan oleh Wagener dan masih tersisa adalah pertanyaan

    tentang asal gaya yang dapat menggerakan lempeng-lempeng bumi yang sangat besar itu ? Banyak

    para ilmuwan juga berdebat tentang bagaimana tektonik lempeng bekerja pada awal dari sejarah

    Bumi serta proses proses yang selalu bekerja pada planit-planit yang ada pada sistem tata surya

    kita.

    Teori tektonik lempeng pada dasarnya adalah suatu teori yang menjelaskan mengenai sifat-

    sifat bumi yang mobil/dinamis yang disebabkan oleh gaya yang berasal dari dalam bumi. Konsep

    dari tektonik lempeng adalah bahwasanya lapisan kerak Bumi (litosfir) terpecah-pecah dalam 13

    lempeng besar dan beberapa lempeng kecil. Adapun lempeng-lempeng tersebut terlihat pada

    gambar 5-1 sebagai berikut:

    1). Lempeng Pasifik (Pasific plate);

    2). Lempeng Eurasia (Eurasian plate),

    3). Lempeng India-Australia (Indian-Australian plate),

    4). Lempeng Afrika (African plate),

    5). Lempeng Amerika Utara (North American plate),

    6). Lempeng Amerika Selatan (South American plate),

    7). Lempeng Antartika (Antartic plate)

    Dan beberapa lempeng kecil seperti : 1). Lempeng Nasca (Nasca plate), 2). Lempeng Arab

    (Arabian plate), 3). Lempeng Karibia (Caribian plate). 4). Lempeng Philippines (Phillippines plate),

    5). Lempeng Scotia (Scotia plate), 6). Lempeng Cocos (Cocos plate)

  • Tektonik Lempeng

    Copyright@2014 by Djauhari Noor

    Gambar 5-1 Lempeng-lempeng utama litosfir

    Batas-batas dari ke 13 lempeng tersebut diatas dapat dibedakan berdasarkan interaksi antara

    lempengnya sebagai berikut (gambar 5-2):

    (1) Batas Konvergen: Batas konvergen adalah batas antar lempeng yang saling bertumbukan.

    Batas lempeng konvergen dapat berupa batas Subduksi (Subduction) atau Obduksi

    (Obduction). Batas subduksi adalah batas lempeng yang berupa tumbukan lempeng

    dimana lsalah satu empeng menyusup ke dalam perut bumi dan lempeng lainnya terangkat

    ke permukaan. Contoh batas lempeng konvergen dengan tipe subduksi adalah Kepulauan

    Indonesia sebagai bagian dari lempeng benua Asia Tenggara dengan lempeng samudra

    HindiaAustralia di sebelah selatan Sumatra-Jawa-NTB dan NTT. Batas kedua lempeng ini berupa suatu zona subduksi yang terletak di laut yang berbentuk palung (trench) yang

    memanjang dari Sumatra, Jawa, hingga ke Nusa Tenggara Timur. Contoh lainnya adalah

    kepulauan Philipina, sebagai hasil subduksi antara lempeng samudra Philipina dengan

    lempeng samudra Pasifik. Obduksi adalah batas lempeng yang merupakan hasil tumbukan

    lempeng benua dengan benua yang membentuk suatu rangkaian pegunungan. Contoh

    batas lempeng tipe obduksi adalah pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan

    lempeng benua India dengan lempeng benua Eurasia.

    (2) Batas Divergen: Batas divergen adalah batas antar lempeng yang saling menjauh satu dan

    lainnya. Pemisahan ini disebabkan karena adanya gaya tarik (tensional force) yang

    mengakibatkan naiknya magma kepermukaan dan membentuk material baru berupa lava

  • Tektonik Lempeng

    Copyright@2014 by Djauhari Noor

    yang kemudian berdampak pada lempeng yang saling menjauh. Contoh yang paling

    terkenal dari batas lempeng jenis divergen adalah Punggung Tengah Samudra (Mid Oceanic

    Ridges) yang berada di dasar samudra Atlantik, disamping itu contoh lainnya adalah rifting

    yang terjadi antara benua Afrika dengan Jazirah Arab yang membentuk laut merah.

    (3) Batas Transform: Batas transform adalah batas antar lempeng yang saling berpapasan dan

    saling bergeser satu dan lainnya menghasilkan suatu sesar mendatar jenis Strike Slip Fault.

    Contoh batas lempeng jenis transforms adalah patahan San Andreas di Amerika Serikat

    yang merupakan pergeseran lempeng samudra Pasifik dengan lempeng benua Amerika

    Utara.

    Berdasarkan teori tektonik lempeng, lempeng-lempeng yang ada saling bergerak dan

    berinteraksi satu dengan lainnya. Pergerakan lempeng lempeng tersebut juga secara tidak

    langsung dipengaruhi oleh rotasi bumi pada sumbunya. Sebagaimana diketahui bahwa

    kecepatan rotasi yang terjadi bola bumi akan akan semakin cepat ke arah ekuator.

    Gambar 5-2 Batas-batas lempeng: Konvergen, Divergen dan Transforms.

    4.2 TATANAN TEKTONIK

    Tatanan tektonik yang ada disuatu wilayah sangat dipengaruhi oleh posisi tektonik yang

    bekerja di wilayah tersebut. Sebagaimana sudah dijelaskan pada sub bab sebelumnya, interaksi

    antar lempeng yang terjadi pada batas-batas lempeng konvergen, divergen dan transform akan

    menghasilkan tatanan tektonik tertentu (gambar 5-3).

  • Tektonik Lempeng

    Copyright@2014 by Djauhari Noor

    Gambar 5-3 Tatanan Tektonik pada Batas Lempeng Divergen, Batas

    Lempeng Konvergen, dan Batas Lempeng Transform

    Tatanan tektonik yang terjadi pada batas lempeng konvergen, dimana lempeng samudra

    dan lempeng samudra saling bertemu akan menghasilkan suatu rangkaian busur gunungapi

    (volcanic arc) yang arahnya sejajar / simetri dengan arah palung (trench). Cekungan Busur Belakang

    (Back Arc Basin) berkembang dibagian belakang busur gunungapi (gambar 5-4). Contoh kasus dari

    model ini adalah rangkaian gunungapi di kepulauan Philipina yang merupakan hasil tumbukan

    lempeng laut Philipina dengan lempeng samudra Pasifik.

    Gambar 5-4. Tatanan Tektonik pada Batas Lempeng Konvergen (lempeng

    samudra dan lempeng samudra)

    Pada batas lempeng konvergen, dimana terjadi tumbukan antara lempeng samudra dan

    lempeng benua (gambar 5-5), maka tatanan tektoniknya dicirikan oleh Palung (Trench), Pris