UNIVERSITAS SEBELAS MARET...

of 26/26
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Pembuatan Ekstrak Etanol Euphorbia hirta L... yang Disisipkan Pada Masker sebagai Upaya Mengurangi Konstriksi Bronkus Pada Pasien Bronkitis Kronis BIDANG KEGIATAN: PKM KARSA CIPTA DIUSULKAN OLEH : Asri Kurnia R . NIM: G0013045 / ANGKATAN: 2013 Amola Besta T. NIM: G0013025 / ANGKATAN: 2013 Astarina Indah A. NIM: G0014048 / ANGKATAN: 2014 M. Ilham Akbar NIM: G0014161 / ANGKATAN: 2014 UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015
  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of UNIVERSITAS SEBELAS MARET...

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

Pembuatan Ekstrak Etanol Euphorbia hirta L... yang Disisipkan

Pada Masker sebagai Upaya Mengurangi Konstriksi Bronkus

Pada Pasien Bronkitis Kronis

BIDANG KEGIATAN:

PKM KARSA CIPTA

DIUSULKAN OLEH :

Asri Kurnia R . NIM: G0013045 / ANGKATAN: 2013

Amola Besta T. NIM: G0013025 / ANGKATAN: 2013

Astarina Indah A. NIM: G0014048 / ANGKATAN: 2014

M. Ilham Akbar NIM: G0014161 / ANGKATAN: 2014

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2015

i

ii

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ........................................................................................... i

Daftar Isi ............................................................................................................. ii

Daftar Tabel dan Gambar .................................................................................... iii

Ringkasan ........................................................................................................... iv

BAB 1. PENDAHULUAN ................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1

1.2 Identifikasi Masalah ....................................................................... 2

1.3 Manfaat ........................................................................................... 2

1.4 Luaran ............................................................................................ 2

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 3

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ............................................................... 5

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................. 7

4.1 Anggaran Biaya ............................................................................. 7

4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 8

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

Lampiran 5.Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-KC .............................................. 7

Tabel 4.2. Jadwal Kegiatan PKM-KC................................................................. 7

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Mekanisme Patofisiologi Bronkitis Kronis ...................................... 3

Gambar 2. Tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L) .................................... 4

Gambar 3. Gambaran Umum Pemakaian EUPH . .............................................. 27

Gambar 4. Gambaran Umum Kemasan EUPH .............................................. 27

iv

RINGKASAN

Bronkitis kronis termasuk ke dalam penyakit paru obstruktif kronis yang

menjadi salah satu masalah kesehatan utama, ditandai dengan batuk dan produksi

sputum yang berlebihan dengan disertai rasa kelelahan/lemah dan tidak nyaman

akibat batuk kronis berdahak tersebut. Sputum berlebihan yang menumpuk dapat

mempersempit jalan napas. Selain karena hipersekresi mukus, penyempitan jalan

napas merupakan hasil dari berbagai mekanisme seperti edema mukosa jalan

napas akibat inflamasi, metaplasi sel goblet dan fibrosis saluran napas kecil

sebagai dampak inflamasi.

Nitric Oxide (NO) adalah mediator inflamasi yang dihasilkan oleh

makrofag selama mempresentasikan antigen ke sel T. Sel T yang diaktifkan

mengeluarkan beberapa sitokin termasuk IFN-, yang kemudian balik

menginduksi produksi NO oleh makrofag. Reaksi inflamasi ditandai dengan

produksi prostaglandin, sitokin, dan NO. Dampak besar Nitric Oxide (NO) pada

penderita bronkhitis kronis yaitu perannya dalam proses inflamasi dengan

memberikan dampak vasodilatasi, peningkatan permeabilitas pembuluh darah,

dan edema yang akan memperburuk keadaan pasien bronkhitis kronis. Selain itu,

Nitric Oxide (NO) juga berperan dalam konstriksi otot polos bronkus yang juga

akan menambah manifestasi klinis penderita bronkhitis kronis.

Euphorbia hirta L... (Patikan kebo) merupakan salah satu tanaman obat

yang banyak terdapat di Indonesia. Ekstrak Euphorbia hirta L... (Patikan kebo)

dilaporkan dapat berperan dalam memperingan kesakitan penderita bronkhitis

kronis dengan memodulasi sistem imun hingga 45% melalui penghambatan

produksi Nitric Oxide (NO). Dengan menurunnya produksi Nitric Oxide (NO),

reaksi inflamasi dan konstriksi bronkus pada pasien juga akan menurun.

Penurunan ini akan membuat produksi sekret terhenti. Selain itu, jika konstriksi

bronkus pada pasien dapat dihambat maka kualitas hidup pasien akan menjadi

lebih baik karena bronkus yang merupakan saluran napas pasien tidak akan

menyempit.

Serangan eksaserbasi pada penderita bronkitis kronis dapat timbul jika

terpapar zat iritan, berupa virus, bakteri, debu dan asap rokok. Kebanyakan

penderita mengantisipasi paparan zat iritan dengan menggunakan masker. Di sini,

tim PKM memodifikasi masker yang dapat digunakan untuk melindungi saluran

pernapasan dari zat iritan dengan ekstrak etanol Euphorbia hirta L sebagai upaya

untuk mencegah memberatnya manifestasi klinis pada pasien, memperingan

kesakitan pasien serta meningkatkan kualitas hidup pasien bronkhitis kronis.

Kata Kunci: Bronkitis Kronis, Euphorbia hirta L., Konstriksi, Masker,

Ekstrak Etanol

1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bronkitis kronis termasuk ke dalam penyakit paru obstruktif kronis yang

menjadi salah satu masalah kesehatan utama, ditandai dengan batuk dan

produksi sputum yang berlebihan (ekspektorasi) dengan disertai rasa

kelelahan/lemah dan tidak nyaman akibat batuk kronis berdahak tersebut.

Penderita dengan bronkitis kronis mengalami eksaserbasi yang cukup sering

sepanjang tahunnya, terutama pada saat musim penghujan. (Sutoyo, 2009).

Pengobatan yang diberikan pada penderita bronkitis kronis terutama edukasi

untuk mencegah eksaserbasi. Namun jika sudah terjadi eksaserbasi, obat-

obatan yang diberikan pada eksaserbasi bronkitis kronis meliputi

bronkodilator, kortikosteroid, diuretik dan cairan (PDPI, 2003).

Euphorbia hirta L... (Patikan kebo) merupakan salah satu tanaman obat

yang banyak terdapat di Indonesia. Penamaan tanaman tersebut bervariasi

berdasarkan daerah, antara lain patikan jawa, kukon-kukon, patikan (Jawa);

kak sekak (Madura); daun biji kacang (Melayu); gelang susu, gendong anak

(Jakarta); nanangkaan, nangkaan (Sunda); sosononga (Halmahera); isu ma ibi

(Ternate); dan isu gibi (Tidore). Tanaman ini juga mempunyai sinonim, yaitu

Euphorbia piluifera L dan Euphorbia capitata Wall serta nama asing, yaitu

Da fei yang cao (Wijayakusuma, 1996). Penelitian pada tanaman ini

menunjukkan peranannya sebagai anti-inflamasi, antioksidan dan anti kanker

(Kumar, 2010). Tanaman ini mengandung senyawa triterpenoid, steroid,

flavonodi, alkaloid, tannin, karbohidrat dan asam amino (Mihardjo, 2001),

juga dapat menyembuhkan bronkitis kronis dan asthma. (Ram et al, 2010).

Ekstrak Euphorbia hirta L.. dilaporkan dapat memodulasi system imun

hingga 45% dengan menghambat produksi nitic oxide (NO). Nitric Oxide

(NO) adalah mediator inflamasi yang dihasilkan oleh makrofag selama

mempresentasikan antigen ke sel T. Sel T yang diaktifkan mengeluarkan

beberapa sitokin termasuk IFN-, yang kemudian balik menginduksi produksi

NO oleh makrofag. Reaksi inflamasi ditandai dengan produksi prostaglandin,

sitokin, dan NO. Produksi NO yang tak terkendali dapat mengakibatkan stres

nitrosative, yang dapat merusak protein dan DNA, mengarah ke cedera dan

kematian sel. Selain itu, NO juga bertanggung jawab atas vasodilatasi,

peningkatan permeabilitas pembuluh darah, dan edema (Jae-Ha, 2001).

Pada PKM-KC kali ini, tim peneliti berencana membuat sediaan padat dari

ekstrak etanol Euphorbia hirta L... untuk disisipkan pada masker. Diharapkan

ekstrak etanol ini dapat membantu mengurangi inflamasi dan menfurangi

konstriksi pada penderita bronkitis kronis.

2

1.2 Identifikasi Masalah

Serangan eksaserbasi pada penderita bronkitis kronis dapat timbul jika

terpapar zat iritan, berupa virus, bakteri, debu dan asap rokok. Kebanyakan

penderita mengantisipasi paparan zat iritan dengan menggunakan masker.

Namun disatu sisi, masker dapat membuat ambilan udara pernapasan yang

tidak maksimal, terlebih jika terdapat penyempitan saluran napas contohnya

pada pasien bronkitis kronis.

Untuk mengantisipasi kurangnya pasokan oksigen karena konstriksi

bronkus pada pasien bronkitis kronis, tim PKM memberikan alternatif upaya

membantu mengurangi konstriksi bronkus dengan membuat sediaan padat

ekstrak Euphorbia hirta L..

1.3 Manfaat

Manfaat yang didapatkan dari PKM ini adalah

- Dapat menemukan daya guna baru dari Euphorbia hirta L...

- Dapat menemukan alternatif untuk mengurangi sesak nafas pada pasien

bronkitis kronis.

1.4 Luaran

Luaran yang diharapkan dari PKM-KC ini adalah:

Barang, berupa ekstrak etanol padat Euphorbia hirta L... yang dikemas dalam

plastik agar dapat disisipkan pada masker penutup mulut dan hidung.

3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai adanya batuk produktif yang

berlangsung 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut. Penyakit

ini adalah gangguan klinis yang ditandai oleh pembentukan mucus yang

berlebihan dalam bronkus. Sekresi yang menumpuk dapat menyempitkan

jalan napas. Selain karena hipersekresi mucus, penyempitan jalan napas

merupakan hasil dari berbagai mekanisme seperti edema mukosa jalan napas

akibat inflamasi, metaplasi sel goblet dan fibrosis saluran napas kecil sebagai

dampak inflamasi. Akibatnya, timbul gangguan pertukaran gas yang

menimbulkan masalah baru:

- Aliran darah dan aliran udara ke dinding alveoli yang tidak sesuai

(mismatched). Sebagian tempat (alveoli) terdapat adekuat aliran darah

tetapi sangat sedikit aliran udara dan sebagian tempat lain sebaliknya.

- Performance yang menurun dari pompa respirasi terutama otot-otot

respirasi sehingga terjadi overinflasi dan penyempitan jalan napas,

menimbulkan hipoventilasi dan tidak cukupnya udara ke alveoli

menyebabkan CO2 darah meningkat dan O2 dalam darah berkurang

(Sutoyo, 2009).

Gambar 1. Mekanisme Patofisiologi Bronkitis Kronis

4

2.2. Euphorbia hirta L...

Euphorbia hirta L..inn (patikan kebo), yang masuk dalam family

Euphorbiaceae, adalah tanaman obat yang sangat populer di kalangan praktisi

jamu tradisional. Ada sekitar 1.600 spesies anggota genus Euphorbia, dan

banyak di antaranya tumbuh di seluruh Asia.

Tanaman ini berbatang lunak, beruas, berbulu, dan bergetah putih. Warna

batangnya adalah hijau kecoklatan. Daunnya mepunyai bentuk bulat

memanjang dengan taji-taji. Tepi daun bergerigi. Panjang helaian daun

mencapai 50 mm dan lebarnya 25 mm. Daunnya yang grampang rapuh

berwarna hijau atau hijau kelabu. Perbungaan bentuk bola keluar dan ketiak

daun bergagang pendek, berwarna merah kecokelatan. Bunga mempunyai

susunan satu bunga betina dikelilingi oleh lima bunga yang masing-masing

terdiri atas empat bunga jantan dan satu bunga betina. (Kartasapoetra,

G. 2004)

Patikan kebo telah lama dipelajari dan mempunyai beberapa unsur aktif.

Afzelin (I), quercitrin (II), dan myricitrin (III) telah diisolasi dari ekstrak

metanol E. hirta. Bahan lain yang terdapat pada parikan kebo adalah quercitin

(V), euphorbin-A (VI), euphorbin-B (VII), euphorbin-C (VIII), euphorbin-D

(IX), 2,4,6-tri-O-galloyl--D-glukosa, 1 , 3,4,6-tetra-O-galloyl--D-glukosa,

kaempferol, asam galat, dan asam protocatechuic. Patikan kebo juga

mengandung -Amirin. 24 methylenecycloartenol, -sitosterol, heptacosane,

nnonacosane, asam shikmic, tinyatoxin, kolin, camphol, dan quercitol

derivatif mengandung rhamnose dan asam chtolphenolic.

Ekstrak tanaman patikan kebo digunakan untuk mengobati berbagai

penyakit, termasuk batuk, penyakit usus, kecacingan, batu ginjal, dan

bronkitis, serta penurunan laktasi. Selain itu, beberapa juga digunakan untuk

obat penenang, anxiolytic, analgesik, antipiretik, dan anti-inflamasi (Sharma,

2007).

Gambar 2. Tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L..)

5

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1. Bahan dan Alat

Bahan: daun Euphorbia hirta L.., etanol 95%

Alat : timbangan analitik (Ohaus), tabung Erlenmeyer, labu ekstraksi Soxhlet

(Pyrex), kertas saring kasar, kertas saring Whatman No.1, vacuum rotary

evaporator (Heidolph), alat-alat gelas (Pyrex), rak tabung, masker, dan

kantong pembungkus teh celup.

3.2. Pengumpulan Bahan

Tanaman daun Euphorbia hirta L.. dikumpulkan dari daerah sekitar

pekarangan rumah, taman di daerah Solo, dan Balai Obat Tawangmangu.

Bahan yang didapat kemudian ditimbang.

3.3. Prinsip Pelaksanaan

Ekstraksi serbuk daun kering patikan kebo dilakukan dengan cara maserasi

dengan etanol 95% selama 48 jam dan dilanjutkan dengan tahap destilasi

menggunakan vacuum rotary evaporator. Dalam proses maserasi, sel daun

patikan kebo mengalami kondisi tercekam, sehingga sel-selnya akan

mengeluarkan senyawasenyawa aktif yang kemudian diikat oleh pelarut

etanol tersebut. Pelarut etanol ini dapat digunakan untuk mengikat berbagai

senyawa aktif, seperti tanin, polifenol, flavonol, terpenoid, sterol, dan

alkaloid. Hamdiyati, 2003, menyebutkan hasil maserasi dan destilasi serbuk

daun kering patikan kebo sebanyak 80 gram diperoleh ekstrak kasar etanol

yang berwarna hijau pekat dan berbentuk pasta sebanyak 13,3 gram.

Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa persentase perolehan ekstrak daun

patikan kebo yang dihasilkan ialah 16,62% .

Pada rancangan produk ini, tiap satuan kantong mengandung ekstrak daun

Euphorbia hirta L.. sebanyak 1 gram.

3.4. Prosedur Kerja

1. Daun Euphorbia hirta L... dicuci dengan air dan dibiarkan kering karena

udara. Kemudian dipotong kecil-kecil kira-kira lebarnya 1 cm dan diiris

setipis mungkin.

2. Daun Euphorbia hirta L.. dan pelarutnya (etanol 95%) disiapkan dengan

perbandingan 1:4. (Digunakan 180 gram Euphorbia hirta L.. dan 722 L

etanol 95%).

3. Masukkan daun Euphorbia hirta L.. dan pelarutnya ke dalam erlenmeyer

tertutup, kemudian dikocok dan dibiarkan selama 4 hari.

4. Setelah tiga hari, larutan disaring ke dalam erlenmeyer vakum

menggunakan corong buchner dan pompa vakum.

6

5. Tuang hasil penyaringan ke dalam labu alas bulat untuk diproses dalam

vacuum rotary evaporator.

6. Water bath pada vacuum rotary evaporator diisi dengan air hingga 2/3

kemudian diatur pada suhu 70C.

7. Nyalakan water pump untuk mengkondisikan suhu pada kondensor,

8. Pasang penampung destilat pada posisi yang benar kemudian difiksasi

dengan penjepit besi.

9. Masukkan filtrat kedalam labu alas bulat, kemudian pasang labu alas bulat

dengan kondisi vacum pump menyala dan kran diujung kondensor

tertutup,

10. Nyalakan vacuum rotary evaporator dengan kecepatan 120rpm.

11. Ekstrak yang didapat kemudian ditimbang beratnya.

12. Sebanyak 1 gram ekstrak Euphorbia hirta L.. dikemas ke dalam kantong

pembungkus.

13. Ekstrak Euphorbia hirta L.. siap disisipkan pada masker.

7

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-KC

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp.)

1 Peralatan penunjang Rp. 730.000

2 Bahan habis pakai Rp.1.070.000

3 Perjalanan Rp. 350.000

4 Lain-lain Rp. 350.000

Jumlah Rp. 2.500.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-KC

No. Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4

1

Mengumpulkan

Euphorbia hirta L...

dan peralatan yang

diperlukan.

2 Pembuatan ekstrak

Euphorbia hirta L...

3

Mencari penderita

bronkitis kronis

untuk mencoba

produk q

4

Memantau

efektivitas dari

produk.

5 Menganalisa hasil

uji efektivitas

8

DAFTAR PUSTAKA

Hamdiyati, Y., Kusnadi. 2008. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Patikan Kebo

(Euphorbia hirta) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis.

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196611031991012

-YANTI_HAMDIYATI/JURNAL_PENELITIAN_yanti-kusnadi-IRMAN_R..pdf

diakses September 2015

Jae-Ha, R.; Hanna, A.; Hwa-Jin, L.; Wen-He, Q.; Yong-Nam, H.; Byung-Hoon,

H. 2001. Inhibitory activity of Chinese medicinal plants on nitric oxide synthesis

in lipopolysaccharide activate macrophages. J. Appl. Pharmacol., 9, 183187

Kartasapoetra, G. 2004. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta: Penerbit

Rineka Cipta.

Kumar S., Malhotra R., and Kumar, D. 2010. Euphorbia hirta: Its chemistry,

traditional and medicinal uses, and pharmacological activities.

http://www.researchgate.net/profile/Bala_Se/publication/46305975_Medicinal_pl

ants_useful_for_treating_chronic_obstructive_pulmonary_disease_(COPD)_Curre

nt_status_and_future_perspectives/links/0f31753125ea34f257000000.pdf diakses

September 2015

Mihardjo, L., Adimunca, C., Widowati L., 2003. Manfaat Ekstrak Etanol Patikan

Kebo (Euphorbia hirta L...) Sebagai Laktagogum Pada Tikus Putih Yang

Menyusui.

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/2099/1191

diakses September 2015

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2003. Penyakit Paru Obstruktif Kronis

(PPOK) : Panduan Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia.

http://www.klikpdpi.com/konsensus/konsensus-ppok/ppok.pdf diakses September

2015

Ram, A., Balachandar, S., Vijayananth P., Singh, VP. 2010. Medicinal plants

useful for treating chronic obstructive pulmonary disease (COPD): Current status

and future perspectives. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249903/

diakses September 2015

Sharma, J.N.; Al-Omran, A.; Parvathy, S.S. 2007. Role of nitric oxide in

inflammatory diseases. Inflammopharmacology, 15, 252259

Sutoyo, DK. 2009. Bronkitis kronis dan lingkaran yang tak berujung pangkal

(vicious circle).

http://jurnalrespirologi.org/jurnal/Jan09/File%20dr.%20Titi%20JRI.pdf diakses

September 2015

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196611031991012-YANTI_HAMDIYATI/JURNAL_PENELITIAN_yanti-kusnadi-IRMAN_R..pdfhttp://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196611031991012-YANTI_HAMDIYATI/JURNAL_PENELITIAN_yanti-kusnadi-IRMAN_R..pdfhttp://www.researchgate.net/profile/Bala_Se/publication/46305975_Medicinal_plants_useful_for_treating_chronic_obstructive_pulmonary_disease_(COPD)_Current_status_and_future_perspectives/links/0f31753125ea34f257000000.pdfhttp://www.researchgate.net/profile/Bala_Se/publication/46305975_Medicinal_plants_useful_for_treating_chronic_obstructive_pulmonary_disease_(COPD)_Current_status_and_future_perspectives/links/0f31753125ea34f257000000.pdfhttp://www.researchgate.net/profile/Bala_Se/publication/46305975_Medicinal_plants_useful_for_treating_chronic_obstructive_pulmonary_disease_(COPD)_Current_status_and_future_perspectives/links/0f31753125ea34f257000000.pdfhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/2099/1191http://www.klikpdpi.com/konsensus/konsensus-ppok/ppok.pdfhttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249903/http://jurnalrespirologi.org/jurnal/Jan09/File%20dr.%20Titi%20JRI.pdf

9

Wijayakusuma, H., D. Setiawan, A.S. Wirian, dan W. Wibowo. 1996. Tanaman

Obat Berkhasiat di Indonesia. Edisi V. Pustaka Kartini. Jakarta.

10

11

12

13

14

Biodata Dosen Pembimbing

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Setyo Sri Rahardjo, dr., M.Kes

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Kedokteran : Farmakologi & Toksikologi

4 NIDN 0018076503

5 Tempat dan Tanggal Lahir Surakarta, 18 Juli 1965

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP (0271) 718361 / 08122989781

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Institusi Universitas

Sebelas Maret

Universitas Gajah

Mada

Universitas

Sebelas Maret

Jurusan Kedokteran

Umum

Kedokteran Dasar

Minat

Farmakologi

Ilmu Lingkungan

minat Kesehatan

Lingkungan

(Toksikologi

Lingkungan) Tahun Masuk-Lulus 1992 2004 Sedang Studi

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No. Nama Pertemuan Ilmiah /

Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan

Tempat

1

KONAS XI IKAFI (Ikatan

Ahli Farmakologi

Indonesia)

Pengaruh Ekstrak Etanol

Daun Jati Belanda (Guazuma

ulmifoia Lamk.) Terhadap

Aktivitas Enzim Lipase

Serum Rattus norvegicus

Denpasar,

Bali

2004

2

Seminar Nasional

Tumbuhan Obat Indonesia

XXIX

Daya Anti Bakteri Sari Buah

Merah (Pandaus conodeus

Lam) Terhadap Infeksi

Salmonella Typhi Pada Tifus

Putih Rattus norvegicus

Solo, Jawa

Tengah

2006

3

Seminar Nasional

Tumbuhan Obat Indonesia

XXX

Pengaruh Ekstrak Etanol

Daun Jati Belanda (Guazuma

ulmifoia Lamk.) Terhadap

Frekuensi dan Lama Diare

serta Kadar Air Feses Mencit

Makasar,

Sulawesi

Selatan, 2006

mailto:[email protected]

15

4 Seminar Nasional Tanaman

Obat dan Obat Tradisional

Efek Ekstrak Kulit Pohon

Jati Belanda (Guazuma

ulmifoia Lamk.) Terhadap

Kadar Kolesterol Total

Serum tikus Putih

Solo, Jawa

Tengah

2007

5

Seminar Nasional

POKJANAS Tumbuhan

Obat Nasional

Profil Lemak Rattus

norvegicus Yang Mendapat

Diet Tinggi Lemak Akibat

Pemberian Ekstrak Kulit

Batang Jati Belanda

(Guazuma ulmifoia Lamk.)

Yogyakarta,

Yogyakarta

2008

6

Seminar Nasional

POKJANAS Tumbuhan

Obat Nasional XXXIV

Efek Hepatoprotektor

Perasan Bawang Merah

(Allium cepa L) Pada Tifus

Putih (Rattus norvegicus)

dengan Induksi Minyak

Sawit Pemanasan Berulang

Jakarta,

2008

7 Simposium PERHIPBA XV

dan Konggres TOI IV

Efek Ekstrak Daun Krokot

(Portulaca oleracea L.)

sebagai Anti Oksidan Alami

terhadap Kadar Alanin

Transaminase (ALT) dan

Gambaran Histologi Sel

Hepar Tikus Putih (Rattus

novergicus L.) yang diberi

Minyak Goreng Deep Frying

Solo, Jawa

Tengah

2011

8

Simposium Penelitian

Bahan Alami ke XVI

Muktamar Nasional

PERHIPBA XII

Pengaruh Pemberian Topikal

Daun Binahong (Anredera

cordifolia (Ten.) Steenis)

Tumbuk terhadap

Penyembuhan Luka Bakar

pada Mencit

Solo, Jawa

Tengah

2014

16

17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan penunjang (20-30%)

Material

Justifikasi

Pemakaian

Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Timbangan

analitik Ohaus

(Sewa Alat)

Untuk

menimbang

bahan

1 100.000 100.000

Vacuum

rotary

evaporator

(Sewa Alat)

Untuk distilasi

hasil maserasi

1 500.000 500.000

Erlenmeyer

500ml

Tempat

maserasi

2 65.000 130.000

SUB TOTAL (Rp) 730.000

2. Bahan Habis Pakai

Material

Justifikasi

Pemakaian

Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Etanol 95% Sebagai

pelarut pada

ekstrasi

4 150.000 600.000

Masker Untuk disisipi

dengan

ekstrak

50 1.000 50.000

Kantong Teh

Celup

Kemasan

ekstrak

1000 100 100.000

Kertas Saring

Whatmann

No.1

Menyaring

pada proses

ekstraksi

1 250.000 250.000

Aquades

Steril

Untuk

mencuci

bahan

5 14.000 70.000

SUB TOTAL (Rp) 1.070.000

3. Perjalanan (Maks. 15%)

Material

Justifikasi

Pemakaian

Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Keterangan

Perjalanan

keliling Surakarta

Mencari

Bahan

2 35.000 70.000

Perjalanan ke

Tawangmangu

Mencari

Bahan

4 70.000 280.000

SUB TOTAL (Rp) 350.000

18

4. Lain-lain

Material

Justifikasi

Pemakaian

Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Pembuatan

Laporan

1 5 40.000 200.000

Administrasi

Laboratorium

Biologi dan

Kimia MIPA

1 1 150.000 150.000

SUB TOTAL (Rp) 350.000

TOTAL (KESELURUHAN) (Rp.) 2.500.000

19

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama /NIM Program

Studi

Bidang

Ilmu

Alokasi

Waktu

(jam/minggu)

Uraian Tugas

1. Asri Kurnia

Ramadhani./

G0013045

Kedokteran Kedokteran 20 jam /

minggu

Konsep ide,

plotting

tugas,

sintesis

materi,

mencari

referensi

2. Amola Besta

Talenta /

G0013025

Kedokteran Kedokteran 15 jam /

minggu

Konsep ide,

mencari

referensi

3. Astarina

Indah A. /

G0014048

Kedokteran Kedokteran 15 jam /

minggu

Mencari

referensi

4. M. Ilham

Akbar /

G0014161

Kedokteran Kedokteran 15 jam /

minggu

Mencari

referensi

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Gambar 00 Gambaran Umum Pemakaian EUPH

Gambar 01 Gambaran Umum Kemasan EUPH