BAB ½½ - .tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang didapatkan kurang, maka akan...

download BAB ½½ - .tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang didapatkan kurang, maka akan diambil dari

of 27

  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB ½½ - .tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang didapatkan kurang, maka akan...

BAB

TINJAUAN PUSTAKA

A. Persiapan Menghadapi Persalinan

1. Pengertian persalinan

Persalinan adalah proses pergerakan keluar janin, plasenta dan

membrane dari dalam janin melalui jalan lahir. Berbagai perubahan terjadi

pada system reproduksi wanita dalam hitungan hari dan minggu sebelum

persalinan dimulai (Bobak, Lowdermild, Jensen 2004).

2. Proses Persalinan

Proses persalinan, menurut Pillitteri, Adele (2002) terdiri dari 3

tingkatan atau 3 kala sebagai berikut yaitu : (Pillitteri, Adele, 2002)

a. Kala satu persalinan merupakan permulaan kontraksi persalinan sejati

yang ditandai oleh perubahan serviks yang progresif dan diakhiri

dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kala satu dibagi menjadi dua

fase yaitu laten dan aktif.

1) Fase laten yaitu adalah periode waktu dari awal persalinan hingga

ke titik ketika pembukaan mulai berjalan secara progresif yang

umumnya dimulai sejak kontraksi mulai muncul hingga

pembukaan tiga sampai empat sentimeter atau permulaan fase

aktif. Selama fase laten berlangsung bagian presentasi mengalami

penurunan sedikit hingga tidak sama sekali. Kontraksi terjadi lebih

stabil selama fase laten seiring dengan peningkatan frekuensi,

8

durasi dan intensitas dari setiap 10 menit sampai 20 menit,

berlangsung 15 detik sampai 20 detik, dengan intensitas ringan.

2) Fase aktif adalah periode waktu dari awal kemajuan aktif

pembukaan hingga pembukaan menjadi komplet dan mencakup

fase transisi. Pembukaan umumnya dimulai dari tiga sampai empat

sentimeter (atau pada akhir fase laten) hingga 10 sentimeter.

Penurunan bagian presentasi janin yang progresif terjadi selama

akhir fase aktif dan selama dua persalinan.

3) Fase transisi selama terjadi, wanita mengakhiri kala satu persalinan

pada saat hampir memasuki dan sedang mempersiapkan diri untuk

kala dua persalinan. Sejumlah besar tanda dan gejala, termasuk

perubahan perilaku, telah diidentifikasi sebagai petunjuk transisi

ini. Tanda dan gejala fase transisi diantaranya adalah adanya

tekanan pada rektum, berulang kali pergi ke kamar mandi, tidak

mampu mengendalikan keinginan untuk mengejan, ketuban pecah,

penonjolan dan pendataran rektum dan perinium, bunyi dengkuran

pada saat mengeluarkan napas.

b. Kala dua persalinan dimulai dengan dilatasi lengkap serviks dan

diakhiri dengan kelahiran bayi. Kala dua dibagi menjadi tiga fase

yaitu:

1) Fase I : periode tenang : dari dilatasi lengkap sampai desakan

untuk mengejan atau awitan usaha mengejan yang sering dan

berirama.

9

2) Fase II : mengejan aktif, dari awitan upaya mengejan yang

berirama atau desakan untuk mendorong sampai bagian presentasi

tidak lagi mundur diantara usaha mengejan.

3) Fase III : perineal, dari cronwning (mengejan) bagian presentasi

sampai kelahiran semua tubuh bayi.

c. Kala tiga persalinan dimulai dengan saat proses kelahiran bayi selesai

dan berakhir dengan lahirnya plasenta. Proses ini dikenal sebagai kala

persalinan plasenta. Kala tiga persalinan berlangsung rata-rata antara

5-10 menit. Adapun kala tiga terbagi dalam dua fase yaitu :

1) Pelepasan plasenta adalah hasil penurunan mendadak ukuran

kavum uterus selama dan setelah kelahiran bayi, sewaktu uterus

berkontraksi mengurangi isi uterus. Pengurangan ukuran uterus

secara bersamaan berarti penurunan area pelekatan plasenta.

2) Pengeluaran plasenta adalah dimulai dengan penurunan plasenta ke

dalam segmen bawah uterus. Plasenta kemudian keluar melewati

serviks ke ruang vagina atas, dari arah plasenta keluar.

3. Persiapan Persalinan

Persiapan diartikan sebagai suatu program instruksi yang bertujuan

tertentu dan berstruktur (Matterson, 2001). Persiapan persalinan bertujuan

untuk menyiapkan semua kebutuhan selama kehamilan maupun proses

persalinan. Persiapan persalinan adalah segala sesuatu yang disiapkan

dalam hal menyambut kelahiran anak oleh ibu hamil. Persiapan persalinan

10

pada trimester III meliputi faktor resiko ibu dan janin, perubahan psikologi

dan fisiologi, tanda-tanda bahaya dan bagaimana meresponnya, perasaan

mengenai melahirkan dan perkembangan bayi, tanda-tanda saat hendak

melahirkan, respon terhadap kelahiran, ukuran-ukuran kenyamanan situasi

kelahiran cesar dan perawatan yang terpusat pada keluarga (Matterson,

2001).

Persiapan persalinan merupakan salah satu program pada desa

Siaga yaitu desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan

kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-

masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara

mandiri. Dalam program desa siaga dimana para bidan desa, tokoh

masyarakat, ikut aktif berperan menangani kesehatan dan membantu

persalinan kepada ibu hamil dan ibu melahirkan dan melakukan

pemeriksaan ibu (Depkes, 2004).

Persiapan persalinan mempunyai beberapa hal, menurut Bobak,

Lowdermild, Jensen (2004) ada 4 hal,yaitu :fisik, psikologis, finansial,

kultural.

a. Persiapan Fisik

Proses persalinan adalah proses yang banyak melelahkan,

untuk itu perlunya dilakukan persiapan fisik semenjak kehamilan

11

memasuki bulan ke 8 kehamilan, hal ini disebabkan persalinan bisa

terjadi kapan saja.

Persiapan fisik berkaitan dengan masalah kondisi kesehatan

ibu, dimana ibu perlu menyiapkan kondisi fisik sebelum hamil. Ibu

memahami berupa adanya perubahan fisiologi sebelum terjadi

persalinan kira-kira 2 minggu, dimana ibu akan lebih mudah bernafas

karena fundus uteri agak menurun berhubung kepala janin mulai

masuk ke dalam pintu atas pinggul (PAP), Ibu akan sering buang air

kecil (BAK) karena turunnya kepala janin ke dalam PAP yang

menekan vesika urinaria serta ibu merasakan adanya gambaran his

palsu yaitu kadang-kadang perut mengejang.

Makan makanan bergizi dan minum yang cukup banyak, serta

tetap melakukan aktivitas seperti berjalan pagi, atau kegiatan rumah

lainnya (untuk yang bekerja dipastikan sudah cuti), dan tetap istirahat

yang cukup. Hal tersebut di atas dimaksudkan bahwa dengan aktivitas,

istirahat dan gizi yang baik, energi dan tenaga untuk menghadapi

persalinan nanti diharapkan cukup baik, dan dapat membantu

prosesnya agar lancar dan cepat, ibu juga tidak anemia dan mengalami

lemas kehabisan energi, karena proses persalinan bisa berbeda-beda

waktunya pada setiap orang, ada yang lama, ada yang cepat, dan

umumnya melelahkan (Isnandi. 2009).

12

Zat gizi berperan vital dalam pertumbuhan janin. Selama

kehamilan, metabolisme energi meningkat akibat perubahan sistem

tubuh dan perkembangan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan

energi dan zat gizi harus ditingkatkan. Kebutuhan-kebutuhan zat gizi

tersebut harus memenuhi (Anonim, 2008) :

1). Kalori

Selama trimester kedua dan ketiga kehamilan membutuhkan 300

kalori per hari. Walaupun peningkatan ini tidak digunakan dalam

trimester pertama, bukan berarti keseimbangan nutrisi tidak

penting. Kalori tambahan ini diperlukan agar berat badan

meningkat (total 12 hingga 16 kg selama hamil). Hal ini sangat

diperlukan untuk menghasilkan berat badan bayi yang cukup saat

dilahirkan. Sebaiknya pada trimester pertama, pertambahan bobot

hanya 0, 5 kg setiap bulannya. Sedangkan pada trimester kedua, 0,

5 kg setiap minggunya. Sedangkan di trimester terakhir (bulan ke-

9), hanya boleh 0, 5 hingga 1 kg. Kalori bisa dapatkan dengan

mengkonsumsi kacang-kacangan, buah, sereal, beras merah, sayur,

kentang.

2). Protein

Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki, dan

mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil memerlukan tambahan nutrisi

13

ini agar pertumbuhan janin optimal. Protein bisa dapatkan dengan

mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan, susu, dan telur.

3). Kalsium

Penelitian menunjukkan bahwa janin memerlukan 13 mg kalsium

dari darah ibu. Janin memerlukan kalsium untuk pertumbuhan

tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang didapatkan kurang,

maka akan diambil dari tulang. Akibatnya dapat mengalami

pelunakan tulang (osteomalasia). Kalsium bisa didapatkan dengan

mengkonsumsi produk susu, tahu, brokoli, kacang-kacangan.

4). Zat besi

Kekurangan zat besi akan mengakibatkan pertumbuhan dan

perkembangan janin menjadi terhambat. Kekurangan zat besi dapat

meningkatkan resiko cacat (mortalitas) pada ibu dan janin. Karena

kebutuhan zat besi sulit dipenuhi dari diet pola makan, maka

terkadang pemakaian suplemen disarankan. Zat besi bisa

didapatkan dengan mengkonsumsi bayam, daging merah, hati,

ikan, unggas, kerang, telur, kedelai.

5). Asam folat (vitamin B)

Asam folat yang dikonsumsi sejak masa pembuahan dan awal

kehamilan mampu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang

belakang. Penelitian menunjukkan resiko kelainan tulang belakang

(spina bifida) dan kelainan ronggga otak (anensefali) menurun

14

hingga 50%. Sangat disarank