TINJAUAN PUSTAKA

of 3/3
TINJAUAN BAHAN a. Reagen Molisch Komposisi reagen molisch terdiri dari α -nafthol 5% dan ethanol 95%. Pereaksi ini berdasarkan pembentukan furfural atau turunan-tunan dari karbohidrat yang dihedratasi oleh asam pekat. Reaksi yang terjadi dengan α-nafthol akan membentuk persenyawaan berwarna. Cairan ini dapat menimbulkan iritasi mata dan kulit, menyebabkan gangguan pernafasan. Cairan ini juga mudah terbakar (Mulyono, 2011). b. H 2 SO4 Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida, yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun. H 2 SO4 ini dapat menyebabkan iritasi mata, iritasi kulit, gangguan indera pengecap dan gangguan pernafasan (Mulyono, 2011). c. Larutan Yodium Larutan iodium biasa dikenal dengan larutan obat luka. Dalam materi kimia analisa kuantitatif lain, dimana iodium mempunyai rumus I 2 , apabila hanya dilarutkan dalam air, larutan ini akan sukar larut. Jikapun larut, membutuhkan waktu yang lama. Biasanya pembuatan larutan ini sering ditambahkan zat pembantu yaitu KI. Larutan iodium dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru (Sunarya, 2007). d. Reagen Barfoed Larutan yang dibuat dengan melarutkan 13,3 gtembaga (II) asetat, 2 cm 3 asam asetat, dan air 200 cm 3 . Larutan ini dipakai untuk uji glukosa. Reagen ini cukup beracun karna keberadaan tembaga asetat. Sehingga dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, gangguan indera pengecap dan gangguan pernafasan. Produk ini dapat bereaksi dengan kebanyakan logam untuk menghasilkan gas hidogen yang sangat mudah terbakar (Sunarya, 2007).
  • date post

    04-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ini hanya sgelintir tipus kimor

Transcript of TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN BAHANa. Reagen MolischKomposisi reagen molisch terdiri dari -nafthol 5% dan ethanol 95%. Pereaksi ini berdasarkan pembentukan furfural atau turunan-tunan dari karbohidrat yang dihedratasi oleh asam pekat. Reaksi yang terjadi dengan -nafthol akan membentuk persenyawaan berwarna. Cairan ini dapat menimbulkan iritasi mata dan kulit, menyebabkan gangguan pernafasan. Cairan ini juga mudah terbakar (Mulyono, 2011).

b. H2SO4Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida, yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun. H2SO4 ini dapat menyebabkan iritasi mata, iritasi kulit, gangguan indera pengecap dan gangguan pernafasan (Mulyono, 2011).

c. Larutan YodiumLarutan iodium biasa dikenal dengan larutan obat luka. Dalam materi kimia analisa kuantitatif lain, dimana iodium mempunyai rumus I2, apabila hanya dilarutkan dalam air, larutan ini akan sukar larut. Jikapun larut, membutuhkan waktu yang lama. Biasanya pembuatan larutan ini sering ditambahkan zat pembantu yaitu KI. Larutan iodium dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganngu paru-paru (Sunarya, 2007).

d. Reagen BarfoedLarutan yang dibuat dengan melarutkan 13,3 gtembaga (II) asetat, 2 cm3 asam asetat, dan air 200 cm3. Larutan ini dipakai untuk uji glukosa. Reagen ini cukup beracun karna keberadaan tembaga asetat. Sehingga dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, gangguan indera pengecap dan gangguan pernafasan. Produk ini dapat bereaksi dengan kebanyakan logam untuk menghasilkan gas hidogen yang sangat mudah terbakar (Sunarya, 2007).

e. Reagen BenedictReagen benedict adalah produk yang stabil dan dapat bereaksi cepat dengan asam namun bereaksi lambat dengan alkali. Komposisi reagen benedict terdiri dari tembaga sulfat 4 %, natrium karbonat 10%, natrium sitrat 17% dan air 69%. Reagen ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, gangguan indera pengecap, iritasi saluran pencernaan yang parah dengan nyeri perut, mual, muntah dan diare pendarahan pada saluran pencernaan serta iritasi pada saluran pernafaan (Sumardjo, 2009).

f. Glukosa

(McMurry, 2008).

g. Fruktosa

(Mehta, 2005).h. Sukrosa

(Marks, 2005).i. Maltosa

(Sumardjo, 2009).j. Pati

(Sumardjo, 2009).

k. Dekstrin

(Merck Index, 2006).