Rpp Kim Sma Termokimia 3

download Rpp Kim Sma Termokimia 3

of 34

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    378
  • download

    24

Embed Size (px)

description

RPP

Transcript of Rpp Kim Sma Termokimia 3

RPP SMP: Pengelompokan Asam dan Basa dengan Kertas Lakmus

RPP Kimia 3Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMA: TermokimiaSatuan Pendidikan:SMA Negeri 7 BanjarmasinMata Pelajaran:Kimia Kelas/Semester:Kelas XI/ Semester I

Materi Pembelajaran :Perhitungan harga entalpi (H)Alokasi Waktu :2 x 45 menit

Hari/Tanggal:

___________________________________________________________________________

I. Standar Kompetensi:Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya.

II. Kompetensi Dasar :Menentukan (H reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan.

III. Indikator A. Kognitif

a. Produk:

b. Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan data eksperimen.c. Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan hukum Hess.d. Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar.e. Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.2. Proses:

a. Menganalisis energi ikatan rangkap terhadap energi ikatan tunggal dalam pemutusan atau pembentukannya.B. Afektif

1. Karaktera. disiplin,

b. kerja keras,

c. rasa ingin tahu.

2. Keterampilan sosial:a. menjadi pendengar yang baik, b. komunikatif,c. kerja sama.IV. Tujuan Pembelajaran:

A. Kognitif

1. Produk:

a. Secara mandiri siswa dapat menghitung harga H reaksi dengan menggunakan data eksperimen dengan mengerjakan soal LP Produk sesuai dengan kunci jawaban.b. Secara mandiri siswa dapat menghitung harga H reaksi menggunakan hukum Hess dengan mengerjakan soal LP Produk sesuai dengan kunci jawaban.c. Secara mandiri siswa dapat menghitung harga H reaksi menggunakan data entalpi pembentukan standar dengan mengerjakan soal LP Produk sesuai dengan kunci jawaban.d. Secara mandiri siswa dapat menghitung harga H reaksi menggunakan data energi ikatan dengan mengerjakan soal LP Produk sesuai dengan kunci jawaban.2. Prosesa. Diberikan Lembar Pengerjaan siswa dapat menganalisis energi ikatan rangkap terhadap energi ikatan tunggal dalam pemutusan atau pembentukannya sesuai kunci LP 2 Proses.

B. Afektif

1. Karakter:Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan karakter rasa ingin tahu, kerja keras, dan disiplin. 2. Keterampilan sosial:Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai membuat kemajuan dalam menunjukkan perlaku keterampilan sosial menjadi pendengar yang baik, komunikatif, dan bekerja sama.V. Materi Ajar

A. Penentuan Perubahan Entalpi (H) secara Tidak Langsung

Tidak semua reaksi dapat ditentukan perubahan entalpinya secara langsung dengan kalorimeter. Reaksi seperti itu perubahan entalpinya dapat dicari secara tidak langsung. Sebagai contoh, entalpi pembakaran tidak sempurna karbon membentuk karbon monoksida (CO)tidak dapat ditentukan dengan kalorimeter.

C (g) + O2 (g) CO (g) H = ?

Akan tetapi, entalpi pembakaran karbon monoksida (CO) membentuk karbon dioksida (CO2) dan entalpi pembakaran sempurna karbon (C) membentuk karbon dioksida (CO2) dapat ditentukan dengan kalorimeter.

CO (g) + O2 (g) CO2 (g)

H = - 283,0 kJ

C (s) + O2 (g) CO2 (g)

H = -393,5 kJ

Untuk menentukan perubahan entalpi (H) yang terjadi pada pembentukan karbon monoksida, digunakan hukum Hess yang berbunyi perubahan entalpi (H) suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi (banyaknya tahap reaksi), tetapi hanya bergantung pada keadaan awal (pereaksi) dan keadaan akhir (hasil reaksi) sistem.Reaksi Pembakaran C dapat diilustrasikan pada gambar berikut.

Pembakaran C menjadi CO2 dapat secara langsung maupun tidak langsung

Menurut hukum Hess : Hf CO2 = Hf CO + Hc CO

Secara umum, perubahan entalpi reaksi menurut hukum Hess diilustrasikan pada gambar berikut :

Perubahan entalpi reaksi menurut hukum Hess

H reaksi (A B) = H reaksi (A C D E B)

= H reaksi (A F G B)

Untuk menentukan H reaksi secara tidak langsung, suatu reaksi yang tahap-tahap lainnya diketahui, dapat digunakan petunjuk berikut.

Langkah 1.Tulis persamaan reaksi ditanyakan (pada contoh di atas reaksi pembentukan CO (g)).

C (s) + O2 CO (g)

H = kJ ?

Langkah 2.Zat-zat yang diketahui disesuaikan dengan persamaan reaksi yang ditanyakan. Misalnya, pada contoh di atas C (s) dan O2 (g) ditulis di sebelah kiri sedangkan CO (g) ditulis di sebelah kanan. Persamaan reaksi yang diketahui CO (g) ditulis si sebelah kiri. Oleh karena itu, persamaan reaksi dibalik dan termasuk tanda H-nya.

Diketahui: CO (g) + O2 (g) CO2

H = -283,0 kJ

Dibalik: CO2 (g) CO (g) + O2 (g)

H = +283,0 kJ

Langkah 3. Dijumlahkan secara aljabar

C (s) + O2 (g) CO2

H = -393,5 kJ

CO2 (g) CO (g) + O2 (g)

H = +283,0 kJ

C (g) + O2 (g) CO (g)

H = -110,5 kJ

Jadi, entalpi pembentukan gas CO = -110,5 kJ

B. Energi Ikatan

Pada dasarnya reaksi kimia merupakan proses pemutusan ikatan lama dan pembentukan ikatan baru. Untuk memutuskan ikatan, diperlukan energi, sedangkan pada pembentukan ikatan, dibebaskan energi. Reaksi eksoterm terjadi jika energi pembentukan ikatan lebih besar daripada energi pemutusan ikatan, sedangakan reaksi endoterm terjadi jika energi ikatan lebih kecil daripada energi pemutusan ikatan.

H = HD (pemutusan ikatan) - Hf (pembentukan ikatan)

Energi ikatan untuk molekul dwiatom (dua atom) ialah perubahan entalpi pada pemutusan satu mol ikatan dalam molekul-molekul berwujud gas menjadi atom-atom gas. Nergi ikatan ini juga disebut energi disosiasi ikatan yang disimbolkan sebagai HD.

Contoh ;

H2 (g) 2 H

HD = 435 kJ mol-1O2 (g) 2 O (g)HD = 498 kJ mol-1Untuk molekul poliatom (jumlah atom lebih dari dua), digunakan pengertian energi ikatan rata-rata, yaitu energi rata-rata yang diperlukan untuk memutuskan satu mol ikatan tersebut.

Contoh :

Dalam molekul H2O, terdapat dua ikatan O-H yang ekuivalen, tetapi tahap disosiasinya berbeda. Akibatnya, energi disosiasi ikatan tahap pertama berbeda dengan energi disosiasi ikatan tahap kedua.

H-O-H (g) H (g) + O-H (g)

HD = 501 kJ mol-1O-H (g) H (g) + O (g)

HD = 425 kJ mol-1H-O-H (g) 2 H (g) + O (g)

HD = 926 kJ mol-1Energi ikatan rata-rata O-H = 926/2 kJ mol-1 = 463 kJ mol-1Harga energy ikatan rata-rata yang lain ditunjukkan dalam tabel berikut.

Tabel Harga Energi Ikatan Rata-Rata

C. Energi Pembakaran

Reaksi pembakaran penting karena pada pembakaran dihasilkan energi yang banyak diperlukan oleh kehidupan manusia. Contohnya, glukosa (C6H12O6) mudah terbakar oleh oksigen membentuk karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) sesuai reaksi berikut:

C6H12O6 (s) + 6 O2 (g) CO2 (g) + 6 H2O (l) H = -2.803 kJ mol-1Reaksi langsung antara glukosa dengan oksigen terjadi cepat pada saat pembakaran dengan menghasilkan panas dan sinar. Akan tetapi, dalalm sel hidup, glukosa dapat bereaksi secara lambat dengan oksigen melalui beberapa tahap reaksi dan melepaskan energi sesuai dengan yang diperlukan untuk mempertahankan hidup. Energi total yang dilepaskan pada oksidasi glukosa dalam sel sekitar 2.800 kJ mol-1 atau setara dengan 15,6 kJ g-1 glukosa. Energi yang dilepaskan tersebut digunakan oleh sel untuk melakukan pekerjaan mekanik sperti gerakan anggota badan.

Tubuh membakar glukosa yang berasal dari makanan maka memungkinkan untuk memperkirakan kandungan energi yang terdapat dalam makanan dengan cara membakarnya dalam kalorimeter dan mengikur banyaknya panas yang dilepaskan.

Seperti halnya makanan, bahan bakar minyak juga jarang didapatkan sebagai zat murni. Oleh karena itu, tidak digunakan istilah mol minyak.

Panas pembakaran beberapa bahan makanan ditunjukkan dalam tabel berikut

Tabel Panas Pembakaran Beberapa Bahan Makanan (Diukur setelah Dikeringkan) dari Kadar Airnya

Sedangkan panas pembakaran beberapa bahan bakar ditunjukkan dalam tabel berikut.

Tabel Panas Pembakaran Beberapa Bahan Bakar

VI. Model dan Metode Pembelajaran:Pendekatan:Berpikir dan Berbasis Masalah

Model Pembelajaran:Problem SolvingMetode Pembelajaran:Ceramah, diskusi, tanya jawab, game dan pemberian tugas

Media Pembelajaran:Buku ajar, Lembar Pengerjaan (I dan II), power point

VII. Proses Belajar Mengajar

A. Pendahuluan (10 menit)Kegiatan

Mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa bersama dan memeriksa kehadiran siswa.

Mempersilahkan siswa memakai name tag sebagai kode untuk mempermudah penilaian.

Memotivasi siswa dan melakukan apersepsi dengan menanyakan Bagaimana cara untuk mengetahui kandungan energi yag terdapat dalam suatu bahan bakar? Melakukan pre-test (optional). Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, karakter, dan keterampilan sosial.

B. Inti (70 menit)Kegiatan

Penggalan 1Eksplorasi 1. Clues

Guru menjelaskan materi tentang perhitungan (H reaksi berdasarkan data eksperimen, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan melalui power point. Siswa diharapkan menyimak materi yang diberikan dan siswa mememiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menjadi pendengar yang baik dalam proses belajar mengajar.

Penggalan 2

Guru memberikan Lembar Pengerjaan I.

Membaca masalah dengan hati-hati, menggaris bawahi isyarat-isyarat yang menjadi masalah.

Meminta siswa untuk menemukan masalah pada isyarat-isyarat yang digaris bawahi.

Meminta siswa untuk merencanakan apa yang akan dilakukan atas masalah tersebut.

Meminta siswa untuk menemukan fakta-fakta yan