REFERATPOTENSI TERAPI HIPERBARIK viewEfek langsung dari hiperglikemia adalah rangsangan hipertrofi...

download REFERATPOTENSI TERAPI HIPERBARIK viewEfek langsung dari hiperglikemia adalah rangsangan hipertrofi sel, sintesis matriks ekstraseluler, serta produksi Transforming Growth Factor ²

of 38

  • date post

    20-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of REFERATPOTENSI TERAPI HIPERBARIK viewEfek langsung dari hiperglikemia adalah rangsangan hipertrofi...

REFERATPOTENSI TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN Pada nefropati diabetik

Penyusun:Aprildo2008.04.0.0066Resti 2009.04.0.0008Dyah Sartika Kusuma H2010.04.0.0023

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG TUAH

RSAL dr.RAMELAN SURABAYA

2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmatNya, kami bisa menyelesaikan referat dengan topik Potensi Terapi Hiperbarik Oksigen pada Nefropati Diabetik dengan lancar. Referat ini disusun sebagai salah satu tugas wajib untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik di bagian LAKESLA RSAL dr. RAMELAN Surabaya, dengan harapan dapat dijadikan sebagai tambahan ilmu yang bermanfaat bagi pengetahuan penulis maupun pembaca.

Dalam penulisan dan penyusunan referat ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada:

a. dr.Djati Widodo, M.Kes dan dr.Titut , M.Kes

b. Para dokter di bagian LAKESLA RSAL dr. RAMELAN Surabaya.

c. Para perawat danpegawai di LAKESLA RSAL dr. RAMELAN Surabaya.

Kami menyadari bahwa referat yang kami susun ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan. Semoga referat ini dapat memberi manfaat.

Surabaya, Juli 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiBAB 1PENDAHULUAN11.1Latar Belakang1BAB 2TINJAUAN PUSTAKA32.1Anatomi dan Fisiologi Ginjal32.1.1.Aliran darah ginjal32.1.2.Nefron42.1.3.Fenomena A-V shunt pada aliran darah ginjal52.1.4.Kerentanan medula ginjal terhadap keadaan hipoxia72.2Gagal Ginjal82.2.1.Definisi82.2.2.Macam82.2.3.Patofisiologi92.2.4.Gejala Klinis122.3Terapi Oksigen Hiperbarik142.3.1.Definisi142.3.2.Fisiologi142.3.3.Efek terapeutik152.3.4.Indikasi Terapi HBO162.3.5.Kontraindikasi Terapi HBO172.3.6.Komplikasi Terapi HBO20BAB 3potensi terapi hbo dalam menghambat progresifitas ckd223.1HBOT memiliki peran dalam stabilisasi dan aktifasi HIF223.2HBOT meningkatkan kadar NO melalui eNOS233.3HBOT memiliki peran penghambatan terhadap kerusakan ginjal243.4Peran HBOT dalam pengobatan calciphylaxis26BAB 4Kesimpulan29REFERENSI30

PENDAHULUAn

Latar Belakang

Nefropati diabetik merupakan salah satu komplikasi mikroangiopati diabetik pada ginjal, yang dapat berakhir pada penyakit ginjal kronik. Nefropati diabetik didefinisikan sebagai sindrom klinis pada pasien diabetes melitus yang ditandai dengan albuminuria menetap ( >300 mg/24 jam atau 200 g/menit) pada minimal dua kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. Hal ini berhubungan dengan peningkatan tekanan darah dan penurunan LFG (laju filtrat glomerulus), telah dilaporkan terjadi pada 25-40% orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Orang dengan diabetes, khusunya yang terlibat dengan ginjal juga terjadi peningkatan mortalitas dan morbiditas oleh kardiovaskular. Oleh karena itu, identifikasi awal pada yang orang yang berisiko tinggi dan dibutuhkan pengobatan awal untuk melindungi ginjal dan kardiovaskular sangat penting.12,26

Penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Beberapa hal yang juga dianggap berperan terhadap terjadinya progresifitas penyakit ginjal kronik adalah albuminuria, hipertensi, hiperglikemia dan dislipidemia.

Diperkirakan satu pertiga pasien dengan diabetes mellitus (DM) tipe 1 dan satu perenam pasien dengan DM tipe 2 akan berkembang menjadi nefropati diabetik. Ketika nefropati diabetik telah terjadi, interval menujuend stage renal disease(ESRD) bervariasi dari 4 tahun pertama pada penelitian awal hingga lebih dari 10 tahun pada penelitian baru-baru ini dan terjadi kemiripan antara DM tipe 1 dan tipe 2. Meskipun DM tipe 2 merupakan penyebab ESRD yang umum terjadi di negara Barat, orang dengan penyakit ginjal dan DM tipe 2 tidak mencapai ESRD karena mortalitas kardiovaskular meningkat dua kali lipat-empat kali lipat pada adanya masing-masing mikroalbuminuria atau nefropati.3

Pengobatan tekanan darah tinggi merupakan salah satu dasar dari terapi penyakit ginjal kronik. Bukti kuat menunjukkan bahwa pengobatan hipertensi tidak hanya mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, tetapi juga menunda progesifitas penyakit ginjal.

Terapi Hiperbarik Oksigen sejauh ini sudah banyak diindikasikan sebagai terapi tambahan pada berbagai penyakit. Penggunaan terapi hiperbarik dalam pengobatan penyakit ginjal kronik seperti nefropti diabetik masih dapat terbilang asing, sejauh ini HBOT dalam CKD baru berhasil digunakan dalam mengobati pasien calciphylaxis yang merupakan salah satu komplikasi CKD.

Beberapa penelitian pada hewan coba menunjukan hasil yang dapat diaplikasikan pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Disini penulis berusaha untuk menunjukan potensi terapi HBO dalam mengobati penyakit ginjal kronik seperti nefropati diabetik.

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi dan Fisiologi GinjalGinjal

Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritoneum (retroperitoneal), didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (tranversus abdominis, kuadratus lumborum dan psoas mayor) di bawah hati dan limpa. Kedua ginjal terletak di sisi kanan dan sisi kiri columna vertebralis setinggi vertebra T12 di superior sampai vertebra L3 di inferior. 18

Besar dan berat ginjal bevariasi, hal ini tergantung pada jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Dalam hal ini, ginjal pada orang laki-laki relatif lebih besar ukurannya dibandingkan pada perempuan. Pada orang yang mempunyai ginjal tunggal yang didapat sejak usia anak, ukurannya lebih besar daripada ginjal normal. Normalnya ukuran rerata ginjal pada orang dewasa berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau kurang lebih beratnya 120-170 gram.18,20

Ginjal berbentuk seperti biji kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Jumlahnya ada 2 buah kanan dan kiri, dengan ginjal kanan sedikit lebih rendah dari sebelah kiri karena memberi tempat lobus hepatis dextra yang besar. Meskipun bentuk dan ukurannya sama, ginjal kiri lebih panjang dan lebih ramping dari ginjal kanan, dan lebih dekat ke garis tengah tubuh. Masing-masing ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa facies anterior dan facies posterior, margo medialis dan margo lateralis, ekstrimitas superior dan ekstrimitas inferior.18

Gambar 2.1 Anatomi ginjal

2.1.2Struktur ginjal

Setiap ginjal memiliki permukaan anterior dan posterior yang dilapisi oleh kapsula fibrosa. Pada sisi medial setiap ginjal terdapathilum renale, yang merupakan celah vertikal di bagian cekung sisi medial ginjal dan merupakan tempat masuknya arteri renalis dan keluarnya vena renalis serta pelvis renalis. Hilum renale sinistra terletak di dalam bidang transpilorik, kira-kira 5 cm dari bidan medial, setinggi vertebra L1. Di hilum renale, vena renalis terletak di ventral dari arteri renalis yang berada ventral dari pelvis renalis.5,18

Setiap ginjal terdiri dari korteks ginjal di bagian luar yang berwarna coklat gelap dan medula ginjal di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan korteks. Bagian medula berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis. Dasar dari pyramides renalismengarah keluar menuju korteks ginjal, sedangkan puncaknya menghadap calyx yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papila renalis. Papila renalis dikelilingi oleh calyx minor, dimana pada sinus renalis tersebut, beberapa unit calyx minor bersatu membentuk calyx mayor, dan dua atau tiga unit calyx mayor bersatu membentuk pelvis renalis, yang merupakan akhiran superior dari ureter berbentuk corong.5,18

Gambar 2.4 Struktur bagian dalam ginjal

Terdapat berjuta-juta nefron pada korteks ginjal yang merupakan unit fungsional terkecil ginjal. Nefron terdiri dari glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle (Loop of henle), tubulus kontortus distal dan duktus koligentes. Darah yang membawa hasil sisa metabolisme tubuh difiltrasi di glomerulus dan direabsorpsi kembali di tubulus ginjal, sedangkan zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh akan di sekresi membentuk urine. Setiap hari sekitar 180 liter cairan tubuh difiltrasi glomerulus dan menghasilkan urin sebanyak 1-2 liter. Urin yang terbentuk di nefron disalurkan melalui piramida menuju sistem pelvikalis ginjal lalu ke ureter.20

Gambar 2.5Nefron unit fungsional terkecilginjal

2.1.3.Fungsi ginjal

2.2Fisiologi Ginjal

Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah menyaring/membersihkan darah.Ginjal melakukan fungsinya yang paling penting dengan cara menyaring plasma dan memisahkan zat filtrat dengan kecepatan yang bervariasi, bergantung pada kebutuhan tubuh. Akhirnya, ginjal membuang zat-zat yang tidak diinginkan dari filtrat dengan cara mengekskresikannya ke dalam urin, sementara zat yang masih dibutuhkan dikembalikan ke dalam darah.10

Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari kedua ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari.10

Fungsi ginjal antara lain :10

a. Ekskresi produk sisa metabolik, bahan kimia asing, obat, dan metabolit

b. Pengaturan keseimban