Laporan (Autosaved)

download Laporan  (Autosaved)

of 22

  • date post

    20-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    9
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Tugas Eldas

Transcript of Laporan (Autosaved)

  • LAPORAN TUGAS

    ANALISA SINYAL BIOMEDIKA

    Program Plot H() dengan masukan koordinat Pole dan Zero pada Bidang Z

    Oleh:

    2213204203 Muhammad Alfiansyah

    PASCA SARJANA ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

    2014

  • A. Pendahuluan

    Laporan terbagi dalam 5 bab yakni Pendahuluan, Perancangan Program, Pembahasan Soal, Kesimpulan, dan Lampiran. Pada Bab Perancangan Program akan di paparkan implementasi dari penurunan respon magnitude terhadap Omega dalam bentuk source code program dan bagian bagian interface program. Pada Bab Pembahasan Soal akan dijelaskan hasil plot dengan menggunakan program yang sudah dirancang pada bab sebelumnya, berbagai kondisi akan di uji dalam bab ini agar dapat diketahui pengaruh masing masing parameter bebas terhadap hasil plot respon magnitude terhadap omega. Pada Bab kesimpulan akan disimpulkan beberapa poin penting dari hasil analisa dari bab pembahasan soal. Bab Lampiran berisi listing program secara keseluruhan.

    B. Perancangan Program Program dibagi kedalam dua bagian yakni Ilustrasi diagram pole zero dan plot respon magnitude. Berikut akan dijelaskan satu persatu.

    Program ilustrasi diagram pole zero menerima masukan berupa radius dan sudut theta pole dari 2 scrollbar. Masukan kemudian diolah untuk di tampilkan dalam gambar menggunakan komponen dephi GLScene. Tiap Tiap Soal memiliki Posisi Zero yang tetap, sehingga tampilan Zero untuk tiap soal berubah sesuai dengan Tab yang dipilih disebelah gambar diagram pole zero. Gambar1 menjelaskan pencitraan dari program ilustrasi pole zero.

    Gambar 1. Tampilan antarmuka ilustrasi program pole zero

    Berikut Source Code dari Program Ilustrasi Pole Zero : . . . radius := scrollbar2.Position / 1000; theta := scrollbar3.Position / 1000 * 3.14; MaskEdit1.Text := floattostr(radius); MaskEdit2.Text := floattostr(theta * 180 / 3.14); Pole1.Up.SetVector(cos(theta),sin(theta),0); Pole1.Nodes[1].Y := radius; Pole2.Up.SetVector(cos(theta),-sin(theta),0); Pole2.Nodes[1].Y := radius; . . .

    Listing diatas bertujuan untuk mengambil nilai radius dan theta dari pergerakan scrollbar, yang kemudian ditampilkan pada maskedit, Dilanjutkan dengan proses menggambar posisi dari pole1 dan pole2.

  • . . . procedure TForm1.TabSheet1Show(Sender: TObject); begin zero1.Up.SetVector(-1,0,0); zero1.NodeSize := 0.1; zero1.Nodes[1].Y := 1; zero2.Up.SetVector(-1,0,0); zero2.NodeSize := 0.2; zero2.Nodes[1].Y := 1; point1 := 1; olahdata; end; procedure TForm1.TabSheet2Show(Sender: TObject); begin zero1.Up.SetVector(1,0,0); zero1.NodeSize := 0.1; zero1.Nodes[1].Y := 1; zero2.Up.SetVector(1,0,0); zero2.NodeSize := 0.2; zero2.Nodes[1].Y := 1; point1 := 2; olahdata; end; procedure TForm1.TabSheet3Show(Sender: TObject); begin zero1.Up.SetVector(1,0,0); zero1.NodeSize := 0.1; zero1.Nodes[1].Y := 1; zero2.Up.SetVector(-1,0,0); zero2.NodeSize := 0.1; zero2.Nodes[1].Y := 1; point1 := 3; olahdata; end; procedure TForm1.TabSheet4Show(Sender: TObject); begin zero1.Up.SetVector(cos(theta),sin(theta),0); zero1.NodeSize := 0.13; zero1.Nodes[1].Y := 1; zero2.Up.SetVector(cos(theta),-sin(theta),0); zero2.NodeSize := 0.13; zero2.Nodes[1].Y := 1; point1 := 4; olahdata; end; . . . Listing diatas bertujuan untuk menggambar posisi dari Zero1 dan Zero dua berdasarkan TabSheet mana yang aktif. Tabsheet1 untuk soal A Tabsheet2 untuk Soal B demikian seterusnya. Tiap tiap procedure diahiri dengan memanggil subrutin Olahdata. Sub rutin Olah Data adalah bagian dari Program Plot Respon Magnitude.

  • Program Plot Respon Magnitude menerima masukan berupa radius dan theta dari scollbar dan menggunakannya untuk menghitung nilai dari |H()| terhadap Omega dari 0 sampai 1. Detail penurunan persamaan |H()| terdapat pada tugas penurunan yang kemudian hasil ahirnya dituliskan dalam program. Bentuk umum hasil penurunan dapat diamati pada persamaan 1 dan 2.

    ( ) ( ) ( )

    ( ) ( )

    (1)

    | ( )| ( ) ( )

    ( ) ( )

    (2)

    Source Code dari persamaan 2 dituliskan sebagai berikut : . . . Re1 := cos(2*Omega) + 2*cos(Omega) +1 ; Im1 := sin(2*Omega) + 2*sin(Omega); Re2 := cos(2*Omega) - 2*radius*cos(theta)*cos(Omega) + radius*radius; Im2 := sin(2*Omega) - 2*radius*cos(theta)*sin(Omega); H_Omega := sqrt( (sqr(Re1)+sqr(Im1)) / (sqr(Re2)+sqr(Im2)) ); . . .

    Masing masing komponen real dan imaginer dihitung secara terpisah yang kemudian diakar kuadratkan untuk menghasilkan nilai |H()|. Listing diatas menggunakan penurunan Soal A sebagai contoh. Ilustrasi Grafik Program Secara Keseluruhan dapat diamati pada Gambar2.

    Gambar 2. Ilustrasi Program Secara Menyeluruh.

  • C. Pembahasan Soal Metode pembahasan yang digunakan adalah mengamati hasil plot magnitude filter dengan membuat tetap nilai salah satu variable bebas (Radius / Theta) dan memvariasikan nilai variable lainnya. Dari metode ini diharapkan dapat diketahui peran masing masing variable bebas dan sifat Respon Magnitude secara keseluruhan apakah bersifat Lowpass Filter, Highpass filter, Bandpass filter dan BandStop Filter. C.1 Soal A

    (3)

    Nilai Radius Pole dipilih 0.5 Nilai Theta Divariasikan.

    Gambar 3. Radius 0.5 Theta 30 Derajat.

    Gambar 4. Radius 0.5 Theta 60 Derajat.

  • Gambar 5. Radius 0.5 Theta 90 Derajat.

    Gambar 6. Radius 0.5 Theta 120 Derajat.

    Nilai Theta dipilih 90 Derajat Nilai Radius Divariasikan.

    Gambar 7. Radius 0.2 Theta 90 Derajat.

  • Gambar 8. Radius 0.4 Theta 90 Derajat.

    Gambar 9. Radius 0.6 Theta 90 Derajat.

    Gambar 10. Radius 0.8 Theta 90 Derajat.

    Dengan Mengamati gambar 3 sampai dengan gambar 10 dapat disimpulkan bahwa soal A memiliki respon magnitude yang bersifat lowpass filter karena cenderung menguatkan masukan dengan frekuensi yang rendah dan melemahkan masukan dengan frekuensi tinggi.

  • Dalam kondisi dimana theta di rubah berkala dapat diamati respon magnitude mengalami perubahan berupa pergeseran zona cut off. Semakin besar sudut theta terhadap sumbu real positif mengakibatkan zona cut off bergeser kearah omega yang lebih tinggi demikian pula sebaliknya. Dalam Kondisi dimana radius dirubah secara berkala dapat diamati bahwa (masih dalam rentang < 1) respon magnitude mengalami perubahan berupa redamannya.Semakin tinggi radius pole semakin terkuatkan masukan, demikian pula sebaliknya. C.2 Soal B

    (4)

    Nilai Radius Pole dipilih 0.5 Nilai Theta Divariasikan.

    Gambar 11. Radius 0.5 Theta 30 Derajat.

    Gambar 12. Radius 0.5 Theta 60 Derajat.

  • Gambar 13. Radius 0.5 Theta 90 Derajat.

    Gambar 14. Radius 0.5 Theta 120 Derajat.

    Nilai Theta dipilih 90 Derajat Nilai Radius Divariasikan.

    Gambar 15. Radius 0.2 Theta 90 Derajat.

  • Gambar 16. Radius 0.4 Theta 90 Derajat.

    Gambar 17. Radius 0.6 Theta 90 Derajat.

    Gambar 18. Radius 0.8 Theta 90 Derajat.

  • Dengan Mengamati gambar 11 sampai dengan gambar 18 dapat disimpulkan bahwa soal B memiliki respon magnitude yang bersifat Highpass filter karena cenderung menguatkan masukan dengan frekuensi yang tinggi dan melemahkan masukan dengan frekuensi rendah. Dalam kondisi dimana theta di rubah berkala dapat diamati respon magnitude mengalami perubahan berupa pergeseran zona cut off. Semakin besar sudut theta terhadap sumbu real positif mengakibatkan zona cut off bergeser kearah omega yang lebih tinggi demikian pula sebaliknya. Dalam Kondisi dimana radius dirubah secara berkala dapat diamati bahwa (masih dalam rentang < 1) respon magnitude mengalami perubahan berupa redamannya.Semakin tinggi radius pole semakin terkuatkan masukan, demikian pula sebaliknya. C.3 Soal C

    (5)

    Nilai Radius Pole dipilih 0.5 Nilai Theta Divariasikan.

    Gambar 19. Radius 0.5 Theta 30 Derajat.

  • Gambar 20. Radius 0.5 Theta 60 Derajat.

    Gambar 21. Radius 0.5 Theta 90 Derajat.

    Gambar 22. Radius 0.5 Theta 120 Derajat.

  • Nilai Theta dipilih 90 Derajat Nilai Radius Divariasikan.

    Gambar 23. Radius 0.2 Theta 90 Derajat.

    Gambar 24. Radius 0.4 Theta 90 Derajat.

    Gambar 25. Radius 0.6 Theta 90 Derajat.

  • Gambar 26. Radius 0.8 Theta 90 Derajat.

    Dengan Mengamati gambar 19 sampai dengan gambar 26 dapat disimpulkan bahwa soal C

    memiliki respon magnitude yang bersifat Bandpass filter karena cenderung menguatkan masukan yang terdapat dalam rentang omega Cutoff 1 dan Cutoff 2. Dalam kondisi dimana theta di rubah berkala dapat diamati respon magnitude mengalami perubahan berupa pergeseran zona Cutoff. Semakin besar sudut theta terhadap sumbu real positif mengakibatkan zona cut off bergeser kearah omega yang lebih tinggi demikian pula sebaliknya. Dalam Kondisi dimana radius dirubah secara berkala dapat diamati bahwa (masih dalam rentang < 1) respon magnitude mengalami perubahan berupa redamannya.Semakin tinggi radius pole semakin terkuatkan masukan, demikian pula sebaliknya. C.4 Soal D

    (6)

    Nilai Radius Pole dipilih 0.5 Nilai Theta Divariasikan.

    Gambar 27. Radius 0.5 Theta 30 Derajat.

  • Gambar 28. Radius 0.5 Theta 60 Derajat.

    Gambar 29. Radius 0.5 Theta 90 Derajat.

    Gambar 30. Radius 0.5 Theta 120 Derajat.

  • Nilai Theta dipilih 90 Derajat Nilai Radius Divariasikan.

    Gambar 31. Radius 0.2 Theta 90 Derajat.

    Gambar 32. Radius 0.4 Theta 90 Derajat.

    Gambar 33. Radius 0.6 Theta 90 Derajat.

  • Gambar 34. Radius 0.8 Theta 90 Derajat.

    Dengan Mengamati ga