jurnal ppt

Click here to load reader

download jurnal ppt

of 14

  • date post

    14-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    1

Embed Size (px)

description

jurnal reading

Transcript of jurnal ppt

PowerPoint Presentation

Association between Ophthalmic Timolol and Hospitalisation for Bradycardia(Hubungan antara tetes mata timolol dengan kejadian bradikardi pada pasien rawat inap)Jurnal ReadingPendahuluanGlaukoma merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan, dan prevalensinya dapat meningkat seiring bertambah usia.Timolol adalah obat golongan nonselektif -blocker dan merupakan terapi andalan glaukoma karena timolol efektif dalam menurunkan tekanan intraokular-adrenergik antagonis (-blocker) merupakan obat glaukoma yang paling sering diresepkan di sejumlah negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Sedangkan di Australia, pilihan pengobatan analog prostaglandin yang paling umum disresepkan untuk glaukoma Di amerika serikat , dilaporkan 36% kasus glaukoma dari 212 orang yang mendapat terapi timolol berdampak pada penyakit kardiopulmonerSejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengkonfirmasi efek -blocking sistemik dari tetes mata timolol pada fungsi kardiovaskular, termasuk bradikardia, dan hasil bervariasi secara substansial di seluruh studi. Pada percobaan acak terkontrol terbatas menyelidiki dampak dari timolol pada denyut jantung dan denyut jantung puncak selama latihan; Namun, dampak dari timolol pada rawat inap dengan bradikardia tidak dinilai. Mengingat temuan ini, peneliti bertujuan untuk mengukur potensi risiko rawat inap dengan bradikardia yang disertai inisiasi tetes mata timolol pada populasi lanjut usia.Material dan MetodeSampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 242.147 sampel yang berusia 65 tahun atau lebih berdasarkan dari Database administrasi Departemen Pemerintah Australia Veteran Affairs (DVA).Penelitian ini dilakukan antara tanggal 1 Juli 2003, dan 30 Juni 2009.Sampel yang memenuhi syarat penelitian :pasien yang berusia 65 tahun atau lebih di awal penelitianpernah mendapat sekali tetes mata timolol pada tahunsebelum awal penelitian.Subjek yang tidak masuk menjadi sampel penelitiansubjek yang tidak diberikan tetes mata timololsubjek yang mendapat terapi obat-obatan kombinasi dengan timolol pada tahun sebelum dimulainya penelitianPenelitian ini menggunakan desain case control, yaitu studi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dimana studi ini membandingkan tingkat bradikardi yang dirawat inap selama periode paparan timolol dibandingkan dengan periode yang tidak terpapar.

Statistical AnalysisDalam penelitian ini, menggunakan analisis Incidence Rate Ratio (IRR) yaitu Angka Insidens yang digunakan untuk mengestimasi probabilitas atau risiko terkena penyakit selama satu periode waktu tertentu. Jika IRR meningkat, probabilitas risiko terkena penyakit juga meningkat.Periode resiko yang diamati antara lain :- 30 hari sebelum memulai terapi timolol- 1-30 hari setelah terapi timolol- 31-180 hari setelah terapi timolol- lebih dari 180 hari setelah terapi timolol

Result Karakteristik pasien secara keseluruhan yaitu 59,6% adalah pasien laki-laki dan usia rata-rata pasien rawat inap adalah 82,6 tahun.

Berdasarkan tabel 2 tsb didapatkan hasil bahwa risiko bradikardia secara signifikan meningkat pada periode 31-180 hari setelah inisiasi timolol (rasio tingkat kejadian (IRR) = 1,93; 95% confidence interval (CI) 1,00-1,87).

Pembahasan Timolol adalah -blocker nonselektif; merupakan faktor risiko untuk fungsi kardiovaskular.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan peningkatan risiko bradikardi pada pasien rawat inap satu bulan setelah memulai tetes mata timolol. Namun. risiko bradikardi pada pasien rawat inap berkurang dan tidak lagi signifikan setelah enam bulan pengobatan timolol terus menerusPenjelasan untuk temuan ini yang mungkin bahwa pasien yang terus menggunakan tetes mata timolol dalam waktu yang diperpanjang adalah mereka dengan toleransi lebih baik, sehingga menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami efek samping.Temuan peneliti sejalan dengan uji klinis sebelumnya bukti dan kasus laporan yang menunjukkan bahwa tetes mata timolol dikaitkan dengan efek samping pada jantung. Meskipun bukti yang mengaitkan penggunaan topikal -blocker menyebabkan bradikardia adalah wajar.Kesimpulan Resiko rawat inap dengan bradikardia akibat tetes mata timolol di Australia masih terjadi. Bradikardia adalah efek samping potensial dari timolol. Dokter harus mempertimbangkan riwayat pasien sebelum memilih terapi glaukoma dan memonitor pasien setelah memulai pengobatan dengan obat beta-blocker topikal.