Diabetes Mellitus

download Diabetes Mellitus

of 46

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kedokteran

Transcript of Diabetes Mellitus

  • Faktor Risiko bagi Penderita pra-DM dan DM tipe 2*UsiaRisiko bertambah sejalan dengan usia. Insidensi DM tipe 2 bertambah sejalan dengan pertambahan usia (jumlah sel yang produktif berkurang dengan pertambahan usia). Upayakan memeriksa gula darah puasa jika usia telah di atas 45 tahun, atau segera bila ada faktor risiko lain.Berat badanBerat berlebih: BMI > 25. Kelebihan BB 20% meningkatkan risiko dua kali. Prevalensi obesitas dan diabetes berkorelasi positif, terutama obesitas sentral (Henry et al., 1991; Wing et al., 1994; Sunyer, 1996).Riwayat keluargaOrang tua, atau saudara kandung DM. Sekitar 40% diabetesi terbukti terlahir dari keluarga yang juga DM (Alcado, 1992; ADA, 1994) dan lebih kurang 60-90% kembar identik mengidap DM.Tekanan darahLebih dari 140/90 mm Hg.Kolesterol HDL< 40 mg/dL (lelaki) dan < 50 mg/dL (wanita).Trigeliserida> 250 mg/dL.DM kehamilanRiwayat DMK atau pernah melahirkan BBL > 4 kg. Kehamilan, trauma fisik, dan stres psikologis menurunkan sekresi serta kepekaan insulin.Riwayat ketidaknormalan glukosa dahuluRiwayat toleransi glukosa terganggu, dan glukosa darah puasa terganggu.Gaya hidupOlahraga kurang dari 3 kali seminggu. Olahraga bagi diabetesi bersifat potent protective factor, meningkatkan kepekaan jaringan terhadap insulin hingga 6% (Chiu dan Permutt, 1997). Kelainan lainRiwayat penyakit buluh darah, dan PCOS.* Hormon yang terhasilkan selama kehamilan (dan juga hormon yang tersekresikan akibat stres) berlangsung berpotensi mengganggu efektifitas hormon insulin. Berbagai obat yang digunakan untuk terapi penyakit lain, antaranya steroid, ternyata berpotensi pula memicu diabetes.

  • Klasifikasi Etiologis Diabetes MelitusJenisEtiologiTipe 1Destruksi sel , umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolutautoimunidiopatik Tipe 2Bervariasi mulai yang terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampaiyang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulinTipe lainDefek genetik fungsi sel Defek genetik kerja insulinPenyakit eksokrin pankreasEndokrinopatiKarena obat atau zat kimiaInfeksiSebab immunologi yang jarangSindrom genetik lain yang berkaitan dengan DMDM ges-tasionalCatatan: DM pada sirosis hati belum bisa dikelompokkan ke dalam klasifikasi di atas, karena mekanismenya belum terjelaskan dengan pasti (dikutip dari Konsensus Pengelolaan dan pencegahan DM tipe 2 di 2006, PERKENI, 2006)

  • Nilai uji laboratoris DM yang diharapkanGlukosa Sebelum makan HbA1c80-120 mg/dL6-7%Kolesterol total< 200 mg/dLGula darah puasa< 200 mg/dLKolesterol LDL< 130 mg/dLKolesterol HDL> 35 mg/dLTekanan darah130/84 mmHgMikroalbumin 30 mg/L DM tipe 1 30 mg/24 jam DM tipe 2BMI20-25 atau BB dikurangi 10%ADA Medical Nutrition Therapy for diabetes, 2001.

  • Komponen Penilaian Gizi AwalKomponenPenilaianData klinisPengukuran BB, TB, BMI, rasio Lingkar pinggang/panggul.Penentuan BB rasional. Perkiraan kebutuhan energi.Riwayat panganPenilaian pengobatan gizi terkini (jika data awal tidak ada). Penilaian siapa yang menyiapkan makanan (warung/resto?). Penentuan frekuensi makan (dan makanan) di luar rumah. Penilaian asupan alkohol. Penentuan penggunaan suplementasi vitamin/mineral. Penilaian gangguan makan (eating disorder). Perlengkap riwayat pangan (menggunakan ingatan pangan 24 jam, catatan pangan, atau frekuensi pangan). Penilaian asupan energi serta komposisi (jenis dan jumlah) zat gizi makro.Riwayat Berat Badan Perolehan riwayat BB, perubahan BB terkini, serta goal berat badan.Riwayat kegiatan fisikPenentuan frekuensi dan jenis kegiatan. Perkiraan keluaran energi. Penentuan keterbatasan dalam penerapan olahraga. Penilaian kemauan dan kemampuan untuk beraktifitas fisik.PemantauanPenilaian pengetahuan tentang kisaran target gula darah. Penilaian metode dan frekuensi uji GD. Penilaian jenis catatan yang (makanan, kegiatan fisik, dll) yang tengah dilakukan. Penilaian manfaat pengawasan bagi diabetesi. Psikososial/ekonomiPenilaian lingkungan tempat tinggal, keuangan, latar pendidikan, pekerjaan. Penilaian keyakinan etnis dan agama. Penilaian derajat bantuan keluarga dan sosial. Penilaian derajat stress.Aras pengetahuan dan keterampilanMenilai derajat kesinambungan pembelajaran tentang penyakit.Harapan dan kesiapan untuk berubahTidak ada harapan dan kesiapan. Sadar kalau ada masalah, dan ingin berubah.Membuat keputusan. Melakukan aksi. Bertindak untuk mencegah kekambuhan.Sumber: A. Monk et al. Practice guidelines for medical nutrition therapy provided by dietitians for persons with NIDDM. J Am Diet Assoc 95:999-1006, 1995

  • Target Pengobatan DMKendali glisemikNilaiHbA1CGlukosa preprandialGlukosa postprandialTekanan darahHDLLDLTrigliserida< 7 %90 130 mg/dL< 180 mg/dL< 130/80 mm Hg> 40 mg/dL< 100 mg/dL< 150 mg/dLAmerican Diabetes Association: Standards of medical care for patients with diabetes mellitus. Diabetes Care. 2003;26 (suppl 1):S33-50.

  • Perencanaan diet1. Penentuan porsi/bahan penukar2. Penghitungan porsi/bahan penukar 3. Perencanaan menu harian4. Perluasan bahan penukar5. Makanan khusus penderita DM6. Makanan yg tak dianjurkan

  • Besaran zat gizi makroKarbohidrat45-65% (tidak boleh < 130 g/hari)Sukrosa 10%Lemak20-25% ( 30%)Lemak jenuh < 7%PUS < 10% (MUS: sisanya)Protein15-25%(Nefropati: 10%)Serat 25 gram/hariGaram6 gram/hariSumber: PERKENI, 2006

  • 50-60% of (TEE) of total CHO25-35% of fats ( 7% SFA),10% of (PUFA), 10-15% (MUFA) and 200 mg/day by cholesterol);and 0,8 to 1 g of protein/kg of body weight1

  • Data penunjang perencanaan PGMUkuran antropometris.Parameter biokimia dan nilai uji laboratoris.Tanda dan gejala klinis.Riwayat pangan dan gizi.Kesukaan (dan ketidaksukaan).Perilaku dan gaya belajar.Suku/etnis, dan status ekonomi.Keyakinan religius yang tertali dengan makanan.

  • Distribusi (porsi)Sarapan20%Camilan(10-15%)Makan siang30%CamilanMakan malam25%CamilanSumber: PERKENI, 2006

  • Tabel Macam diet DMdan komposisi zat gizinyaMacamKaloriKarboProteinLemakI1.1001605030II1.3001955535III1.5002256040IV1.7002606545V1.9003007050VI2.1003258055VII2.3003508565VIII2.5003909065Diet I, II, III diperuntukan bagi penderita obes. Diet IV, V untuk penderita BB normal. Diet VI, VII, VIII untuk penderita kurus, remaja, atau DM dengan penyulit.Sumber: Penuntun diet Bagian Gizi RSCM/Persagi, 1993.

  • Pendekatan Farmakologis

  • Profil Farmakologis InsulinJenis insulinMula (menit)Puncak (jam)Lama (jam)Waktu pemberianTepatkerjaInsulin (bolus) waktu makan1Lispro (rapid acting)5-15 1,53-5Saat makanTinggiAspart* (rapid acting)5-151 - 23-5Saat makanSedangReguler (short acting)*30-602 - 45-820-45 menitsblm makanSedangInsulin basal2NPH (intermediate-acting)45 1804,5 714+2 x/hariSedangLente (intermediate-acting)*60 1806 820+2 x/hariSedangUltralente (long acting)*60 2408 1418-242 x/hariRendahGlargine (long acting) 90 120Tak ada241 x/hariTinggi1 Insulin bolus (diberikan waktu makan) ialah besaran insulin yang diperlukan untuk mempertahankan kadar gula setelah makan. Dalam 1 jam diharapkan mencapai kadar puncak, sehingga berfaedah mencegah hiperglisemia sesudah santap. 2 Insulin basal ialah sejumlah insulin yang dibutuhkan untuk menekan produksi glukosa oleh hati di antara dua waktu makan. Kalkulasi dosis ialah 40-50% DTH (dosis total harian).

  • Healthy Eating (control blood glucose by eating three meals at regular times each day and avoiding excessive sweets) guidelines using a variety of methods, the Exchange System and Carbohydrate Counting

  • Carbohydrate Counting1. Carbohydrates (minus the fiber) are the main nutrient that affects post-prandial blood glucose. 2. Eating equal amounts of carbohydrates, whether they are from starches, fruit, milk or sweets, will raise blood glucose levels approximately the same amount.

  • The first step in counting carbohydrates is identifying which foods supply carbohydrates (CHO) and the precise amount of carbohydrate per serving.

  • Food labels are also an excellent source for determining carbohydrate values. Restaurant eating provides an additional challenge in figuring carbohydrate content.

  • Carbohydrate on food labels1. Carbohydrate (always included)2. of which sugars (often included)3. of which starch (sometimes included).

  • Keterkandungan Na dan lemak pada labelFrasaMaknaBebas garam/sodiumSangat rendah garamRendah garamUnsalted/no added salt< 5 mg per porsi 35 mg per porsi 140 mg per porsiTidak ditambahkan garam selama prosesBebas lemakRendah lemakLemak dikurangiLemak jenuh rendahSedikit lemak< 5 gram per porsi 3 gram per porsi25% lebih krg dibanding regular 1 gram per porsiSeparuh dari biasa

  • Contoh KH sederhana dan kompleksKH sederhanaKH kompleksJus buah.Selai, jeli.Permen.Gula, madu, sirup maple.Pemanis dalam makanan (dektrosa, fruktosa, sirup jagung)Es krim, puding, kue basah dan kering, kue pie.Roti dari bebijian utuh, kraker.Beras.Pasta.Kacang.Jagung, kacang polong.

  • Sumber makanan yang mengandung sekitar 15 g KH5 g KH12 g KH15 g KH1 cangkir sayur berdaun mentah cangkir sayuran lain (masak/mentah) jus sayuran1 cangkir susu cangkir yogurt1 potong roti cangkir serealia kering cangkir serealia masak cangkir nasi kentang bakar1 buah apel, pisang, jeruk (ukuran sedang) cangkir jus jeruk buah lumat

  • ContohAnda sudah menyantap cornflake sebanyak 45 gram. Pada label, kandungan CHO ialah 65 g per 100 gram cornflake. Pertanyaan: CHO tersantap

  • Basal means background or long-acting insulin. Your body always needs basal insulin to keep your blood glucose levels steady and to give you energy.Bolus insulin is rapid-acting insulin that your body needs when you eat carbohydrate.You will take your bolus with meals, and some