Chapter II 2

download Chapter II 2

of 76

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    21
  • download

    13

Embed Size (px)

description

dokumen

Transcript of Chapter II 2

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Sistem dan Pemodelan

    2.1.1. Definisi dan Kategori

    Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani

    ( systma ) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau

    elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,

    materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan

    suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika

    seringkali bisa dibuat (Wikipedia, 2009a).

    Sistem juga merupakan kesatuan dari bagian-bagian yang saling

    berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item

    penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu

    kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling

    berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan

    sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut (Hidaka,

    2005).

    Kata sistem banyak sekali digunakan dalam keseharian, dalam forum

    diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan

    pada berbagi bidang, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam

    pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda

    yang saling memiliki hubungan (Sufian et al. 2006).

    Sebuah sistem umumnya memiliki karakteristik, yang yang terdiri

    dari : (1) struktur-yang dijabarkan oleh bagian dan komposisi; (2) perilaku-

    yang dijabarkan oleh input, proses ,output materi, energi ,informasi; (3)

    interconnectivity (saling memiliki keterkaitan)-setiap bagian dari sistem

    memiiki fungsi dan hubungan struktural antara satu sama lain (Forrester,

    2002, Sliwa, 2006).

    Universitas Sumatera Utara

  • Dooley (2002) mendefinisikan sistem sebagai sistem gugus elemen

    yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai satu atau gugus

    tujuan. Definisi lain dari sistem ialah merupakan jaringan prosedur yang

    saling berhubungan dan terorganisasi untuk melakukan kegiatan atau untuk

    menyelesaikan sasaran dan tujuan tertentu

    Menurut sifatnya, sistem terbagi 2 yaitu : (1) sistem dinamis ; (2)

    sistem statis (Sitompul, 2002; Christina, 2004). Kategori lainnya adalah

    sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup hanya ada dalam asumsi

    dan kajian analisis. Berdasarkan jenis, ada sistem abstrak dan sistem fisik.

    Sistem dapat pula menjadi komponen, batasan, lingkungan, interface, input,

    proses, output, sasaran, dan tujuan (Sitompul, 2002; Christina, 2004). Batas

    sistem adalah abstraksi dari batas yang menghimpun unsur dan proses dari

    sistem sebagai bagian terpisah lingkungan total. Unsur dalam sistem

    dipengaruhi oleh lingkungan, tapi sebaliknya komponen tidak

    mempengaruhi lingkungan. Sebagai contoh dalam model tanaman, faktor

    lingkungan seperti radiasi matahari dan suhu mempengaruhi fotosintesis,

    tetapi keadaan sebaliknya tidak terjadi yaitu fotosintesis mempengaruhi

    faktor lingkungan. Ini tidak seluruhnya benar, karena tanaman dapat

    mempengaruhi iklim mikro dan mungkinfaktor iklim lain pada tingkat yang

    sangat kecil yang biasanya diabaikan dalam penerapan studi sistem

    (Sitompul 2002).

    2.1.2. Pendekatan Sistem Dinamis

    Sebuah sistem yang kompleks akan terdiri dari berbagai komponen

    dan lapisan subsistem, interkonektivitas yang nonlinier. Hal ini akan

    mempersulit proses pengenalan, pengelolaan serta prediksi yang harus

    dilakukan (Forrester 2002, Maxwell et al., 2002). Selain itu, sistem yang

    kompleks akan melibatkan orang, organisasi, masalah serta kebijakan yang

    mempengaruhi keutuhan dari suatu sistem. Karakter dan komponen sistem

    yang kompleks tersebut akan menyebabkan tingginya tingkat ketidakpastian

    dan perlu dilakukannya pendekatan sistem dinamis (Kossik et al., 2004;

    Universitas Sumatera Utara

  • Hall et al., 2004). Kesuksesan sebuah organisasi dalam memecahkan

    permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dinamis akan

    sangat bergantung pada kemampuan pelaksana dalam mengelola

    kompleksitas yang saling berhubungan tersebut. Desain yang efektif dan

    efisien tidak bisa dicapai tanpa adanya pemahaman yang komprehensif

    terhadap seluruh komponen sistem (Marashi et al., 2005).

    Permasalahan sistem yang dapat menggunakan pendekatan sistem

    biasanya mencakup: (1) tingkat kerumitan (kompleks), (2) probabilistik, (3)

    dinamis-berubah terhadap waktu ; serta (4) mengandung minimal satu

    umpan balik (Wager et al., 2002; Tasrif, 2005). Solusi metode berpikir

    sistem diawali dengan pemetaan kognitif (memikirkan interaksi antara unsur

    dalam batas-batas tertentu) dan pemetaan kausal tentang aliran informasi,

    dilanjutkan simplifikasi kompleksitas untuk desain model mental

    (Muhammadi et al., 2001). Adapun tahapan melibatkan proses : (1)

    strukturisasi masalah; (2) proses desain hubungan sebab akibat (causal loop)

    yang dinamis; (4) penetapan skenario; (5) implementasi; serta (6) evaluasi.

    Meskipun demikian tidak semua tahapan harus diimplentasikan dalam

    pendekatan sistem dinamis, karena hal tersebut sangat tergantung pada

    kesiapan para eksekutor kebijakan (Maani & Cavana, 2000 dalam Christina,

    2004).

    Hal ini disebabkan karena dengan pendekatan sistem dinamis para

    eksekutor kebijakan dapat memvisualisasikan secara efektif : (1) analisis

    situasi : (2) analisis penyebab; (3) dan alternatif pemecahan masalah. Pada

    tahapan analisis situasi, pendekatan sistem dinamis akan memberikan

    gambaran tentang kondisi masa depan. Pada tahapan analisis penyebab

    hubungan siklus dapat ditingkatkan keakuratannya karena dapat terjadi dari

    berbagai arah. Pada tahapan akhir yaitu alternatif pemecahan masalah,

    pendekatan sistem dapat menganalisis dampak dari berbagai alternatif

    pemecahan masalah yang akan ditempuh sebelum

    mengimplementasikannya ke dunia nyata (Hidaka, 2005).

    Universitas Sumatera Utara

  • Pendekatan sistem dinamis untuk menjawab berbagai permasalahan

    sebenarnya berada diantara soft modelling dan hard modelling. Karena

    disatu sisi pendekatan ini dapat saja menggunakan data kuantitatif sebagai

    pendekatan solusi tetapi disisi lain juga dapat memberikan nilai lebih

    dengan mengikut sertakan data kualitatif ke dalam sistem. Perbedaan antara

    soft modelling dan hard modelling disarikan pada Tabel 2.1.

    Tabel 2.1. Hard versus Soft Approaches Uraian Hard approach Soft approach

    Definisi Model Reprensentasi dari dunia nyata

    Menelaah secara mendalam tentang dunia nyata

    Definisi Masalah Jelas dan berdimensi Tunggal Ambigu dan multidimensi

    Pribadi dan Organisasi Tidak diikut sertakan Bagian dari Model

    Data Kuantitatif Kualitatif

    Tujuan Penyelesaian masalah dan optimasi Proses pembelajaran yang mendalam

    Hasil Rekomendasi Berlanjut dengan pembelajaran kelompok Sumber : Maani et al., 2000 dalam Christina, 2004.

    Lebih lanjut Maani et al. (2000) dalam Christina (2004) menjabarkan

    tahapan serta langkah yang harus ditempuh dalam menerpakan pendekatan

    sistem dinamis. Pendekatan sistem dinamis akan melibatkan 5 tahapan

    utama yang terdiri dari : (1) Strukturisasi permasalahan; (2) Pemodelan

    causal loop; (3) pemodelan dinamis; (4) penerapan skenario dan pemodelan;

    (5) penerapan dan pembelajaran organisasi. Meskipun demikian, tentunya

    tidak semua tahapan tersebut harus dilaksanakan., karena hal tersebut akan

    sangat bergantung kepada masalah yang akan diselesaikan serta komitmen

    dan kesiapan organisasi yang bersangkutan untuk melaksanakan intervensi

    dengan cara mengimplementasikan opsi-opsi terpilih. Uraian lengkap

    tentang tahapan dan langkah yang harus ditempuh dalam pendekatan sistem

    dinamis dapat dilihat pada Tabel 2.2. berikut.

    Universitas Sumatera Utara

  • Tabel 2.2. Metodologi Sistem Dinamis Tahapan Langkah-langkah

    1. Strukturisasi Masalah Indentifikasi masalah yang berkaitan dengan pengelolaan sistem or issues of concern to management

    2. Pemodelan Causal Loop Indentifikasi variabel utama Mempersiapkan grafik yang memperlihatkan

    gejala perlakukan terhadap waktu (mode referensi)

    Mengembangkan diagram causal loop (diagram sebab akibat)

    Analisis gejala sebab akibat terhadap waktu Identifikasi jalur sistem Indentifikasi nilai tambah sistem Mengembangkan strategi intervensi

    3. Pemodelan dinamis Mengembangkan gambaran sistem secara menyeluruh

    Menentukan jenis variabel dan mengkonstruksi diagaram stock-flow

    Mengumpulkan informasi dan data secara detail

    Mengembangka model simulasi Menentukan model seperti nilai awal, selang

    waktu simulasi, rentang waktu

    4. Merencanakan Skenario dan Pemodelan

    Merencanakan skenarion secara umum Indentifikasi faktor kunci yang

    mempengaruhi perubahan dan cata hal yang diragukan

    Bangun skenario pembelajaran dan intervensi

    Simulasi skenario dengan model Evaluasi masalah yang berkaitan dengan

    skenario dan strategi.

    5. Penerapan dan organisasi pembelajaran

    Menyiapkan laporan dan presentasi Mengkomunikasikan hasil dan pilihan

    intervensi kapada stakeholder Mengembangkan dunia kecil and lab.

    pembelajaraan berdasarkan model simulasi Gunakan lab. Pembelajaran untuk menelaan

    model mental dan memfasilitasi proses pembelajaran

    Sumber : Maani et al. (2000) dalam Christina (2004)

    Universitas Sumatera Utara

  • 2.1.3. St