BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis III... · PDF fileS = λ².N.P.Q....

Click here to load reader

  • date post

    23-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis III... · PDF fileS = λ².N.P.Q....

39

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian korelasional. Arikunto (2010)

menyebutkan bahwa penelitian korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui

ada atau tidak adanya hubungan antara dua atau beberapa variabel. Dengan teknik

korelasional, penulis dapat mengetahui hubungan variasi dalam sebuah variabel

dengan variabel lain. Besar atau tingginya tingkat hubungan tersebut dinyatakan

dalam bentuk koefisien korelasi. Sifat penelitian ini melukiskan hubungan yang

terdapat antara variabel bebas, yaitu ethnic identity (X) dengan variabel terikat, yaitu

psychological well-being (Y) pada mahasiswa etnik Jawa varian Santri Program

Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

3.2. Populasi dan Sampel

3.2.1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penulis untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan atau dengan kata lain sekumpulan orang

atau subjek yang diamati (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah

semua mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UKSW dari angkatan

2007 sampai dengan angkatan 2012 yang beretnik Jawa varian santri. Pemerolehan

40

jumlah populasi ditentukan dengan reduksi data seluruh mahasiswa Progdi BK

UKSW dengan persyaratan subjek beretnik Jawa, beragama Islam, bukan campuran

abangan ataupun santri. Data awal yang didapatkan penulis berasal dari Biro

Kemahasiswaan UKSW sebagai berikut :

Tabel 3.1

Tabel Mahasiswa Progdi BK berdasarkan etnik

Subjek Etnik Jawa Prosentase Non Jawa Prosentase Total

Mahasiswa Bk 297 93,10 % 22 6,90 % 319 Sumber : Bikem UKSW (diedit penulis Mei 2013)

Dari tabel 3.1 dapat dilihat bahwa mahasiswa Progdi BK FKIP UKSW yang

termasuk dalam kategori etnik Jawa berjumlah 297 orang, mahasiswa BK UKSW non

Jawa berjumlah 22 dan total keseluruhan adalah 319 orang. Dari data tersebut

dilakukan reduksi kembali dengan mengkategorikan mahasiswa yang memiliki

agama Islam dan non Islam, yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.2

Tabel Mahasiswa Progdi BK etnik Jawa berdasarkan agama

Subjek Islam Prosentase Non Islam Prosentase Total

Mahasiswa Bk 209 70,37 % 88 27,63 % 297 Sumber : Bikem UKSW (diedit penulis Mei 2013)

Dari tabel 3.2 dapat dilihat bahwa mahasiswa Progdi BK FKIP UKSW etnik

Jawa yang beragama Islam sejumlah 209 orang dan non Islam sejumlah 88 orang.

Dengan begitu mahasiswa yang dapat masuk kategori Jawa varian santri masih 209

orang. Dari sisa jumlah mahasiswa yang masuk dalam kriteria subjek penelitian

41

dilakukan reduksi kembali dengan mengeluarkan mahasiswa etnik Jawa yang

beragama Islam non santri dari populasi penelitian. Penentuan subjek non santri

dilakukan dengan wawancara, dan pengisian angket mengenai varian etnik Jawa.

Melalui wawancara atau pengisian angket didapatkan data sebagai berikut:

Tabel 3.3

Tabel Varian Etnik Jawa Mahasiswa Progdi BK FKIP UKSW

Subjek

Mahasiswa BK

Kurang

Paham Islam

Mengaku

Kejawen Priyayi Abangan

Etnik Jawa Islam 6 2 1 12

Dari tabel 3.3 dapat dilihat bahwa mahasiswa Jawa Islam yang kurang paham

Islam berjumlah 6 orang, mengaku Kejawen 2 orang, masuk dalam golongan priyayi

1 orang dan campuran antara santri dan abangan berjumlah 12 orang, dengan

demikian terdapat 21 orang subjek yang dikeluarkan dari kategori varian santri,

sehingga didapatkan jumlah populasi penelitian yaitu mahasiswa BK etnik Jawa

varian santri sejumlah 209 - 21 sama dengan 188 orang mahasiswa.

3.2.2. Sampel

Sugiyono, (2011) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling, merupakan teknik

penganbilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota)

populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono 2011). Jenis sampelnya

42

sendiri adalah simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari

populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi

(Sugiyono 2011). Cara demikian dilakukan karena populasi yang ada bersifat

homogen yaitu mahasiswa etnik Jawa varian santri.

Selanjutnya dalam penentuan jumlah sampel penelitian, penulis akan

menggunakan rumus penentuan sampel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael

(dalam Sugiyono 2011) sebagai berikut :

S = .N.P.Q

d(N-1)+.P.Q

Dalam penerapan rumus tersebut Sugiyono (2011) telah membuat tabel

penentuan sampel dengan taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Penggunaan tabel

penentuan jumlah sampel disesuaikan dengan jumlah populasi yang dimiliki. Melalui

tabel tersebut penulis menggunakan sampel dengan taraf kesalahan 5%. Penghitungan

jumlah sampel diambil dari jumlah populasi mahasiswa BK UKSW etnik Jawa varian

santri sejumlah 188 orang (dibulatkan menjadi 190 orang). Dengan jumlah 190

populasi, sampel yang dapat diambil dengan taraf kesalahan 5 % sesuai tabel

penentuan sampel Sugiyono (2011) adalah 123 orang.

3.3. Variabel Penelitian

Variabel penelitian sesuai pendapat Sugiyono (2011) pada dasarnya adalah

segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajari

43

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu

3.3.1. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2011). Variabel

bebas dalam penelitian ini adalah ethnic identity / ethnic identity ( X )

3.3.2. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,

karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011). Variabel terikat dalam

penelitian ini adalah psychological well-being / kesejahteraan psikologis (Y).

3.4. Definisi Operasional

3.4.1. Ethnic Identity

Ethnic identity adalah perasaan yang menunjukkan eksplorasi dan komitmen

terhadap latar belakang etniknya. Ethnic identity ditentukan oleh dua komponen

penyusun utama yaitu komponen ekplorasi dan komitmen (Phinney & Ong 2007).

Ethnic identity diukur berdasarkan skor yang diperoleh dari hasil pengisian skala

ethnic identity yang dilakukan oleh sampel penelitian, dengan ketentuan semakin

tinggi skor yang diperoleh berarti semakin tinggi tingkat ethnic identity mahasiswa,

dan sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh berarti semakin rendah tingkat

ethnic identity mahasiswa. Pengukuran ethnic identity dapat diidentifikasi

menggunakan dua komponen utama ethnic identity yaitu eksplorasi dan komitmen

menggunakan skala Multigroup Ethnic Identity Measure - Revised (MEIM R) yang

dikembangkan oleh Phinney & Ong (2007).

44

3.4.2. Psychological Well-being

Psychological well-being adalah keadaan individu yang dapat menyadari

dirinya serta memfungsikan seluruh fungsi dirinya yang ditandai dengan 6 aspek

yaitu individu memiliki yaitu penerimaan diri, kemampuan untuk menguasai

lingkungan, kemampuan untuk bersifat otonom/mandiri, hubungan positif dengan

orang lain, perkembangan pribadi, serta tujuan individu dalam hidupnya (Ryff 1989,

Ryff & Keyes 1995, Ryff & Singer 2008). Psychological well-being diukur

berdasarkan skor yang diperoleh dari hasil pengisian instrumen psychological well-

being yang dilakukan oleh sampel penelitian, dengan ketentuan semakin tinggi skor

yang diperoleh berarti semakin tinggi psychological well-being mahasiswa, dan

sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh berarti semakin rendah psychological

well-being mahasiswa. Pengukuran psychological well-being dapat dididentifikasi

melalui keenam aspeknya yaitu penerimaan diri, penguasaan lingkungan, otonom,

hubungan positif dengan orang lain, perkembangan pribadi, serta tujuan hidup sesuai

skala yang dikembangkan sendiri oleh Ryff (1989) yaitu Psychological Well-Being

Scale (PWBS).

3.5. Teknik Pengumpulan Data

1.5.1 Ethnic Identity

Ethnic identity diukur menggunakan skala ethnic identity yaitu Multigroup

Ethnic Identity Measure Revised (MEIM R) yang disusun oleh Phinney & Ong

(2007). Skala ini diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh penulis kemudian

45

diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris lagi (Back Traslation) oleh Ni Komang

Sandini agar dapat diketahui baik atau tidaknya hasil penterjemahan. Skala tersusun

dari dua aspek utama ethnic identity yaitu eksplorasi dan komitmen. Alat ukur

MEIM-R ini dibuat dalam bentuk skala likert dengan lima alternatif pilihan jawaban

yakni Sangat Tidak Setuju (1), Tidak Setuju (2), Netral (3) Setuju (4) dan

Sangat Setuju (5). Semua item penyataan adalah favourable, sehingga pilihan

jawaban Sangat Tidak Setuju (1) mendapat skor 1, Tidak Setuju (2)mendapat

skor 2,Netral (3) mendapat skor 3, Setuju (4) mendap