BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan...

of 30 /30
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media Pembelajaran 2.1.1 Pengertian Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Medόё adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Asosiasi Teknologi Dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education And Communication Technologi/ AECT) di amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, filem, kaset, audiovisual adalah contoh-contohnya. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Apa pun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan tersebut yaitu media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dan tujuan pembelajaran tercapai (Sadiman, dkk 2010: 7).

Transcript of BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan...

Page 1: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

7

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2. Kajian Teori

2.1 Media Pembelajaran

2.1.1 Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak

dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar.

Medόё adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima

pesan.

Asosiasi Teknologi Dan Komunikasi Pendidikan (Association Of

Education And Communication Technologi/ AECT) di amerika,

membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang

untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa

media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang

dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970)

berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan

pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, filem, kaset,

audiovisual adalah contoh-contohnya.

Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education

Association/NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah

bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta

peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar

dan dibaca.

Apa pun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan

tersebut yaitu media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang

pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian

rupa sehingga proses belajar terjadi dan tujuan pembelajaran tercapai

(Sadiman, dkk 2010: 7).

Page 2: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

8

Media pembelajaran merupakan suatu alat/ wahana yang jika tidak

digunakan dengan baik dapat menjadikan pembelajaran menjadi

verbalisme, salah tafsir, perhaian tidak terpusat, dan tidak terjadinya

pemahaman yang baik oleh siswa. Sedangkan media pembelajaran jika

digunakan dengan baik dapat menjadikan pembelajaran menjadi

peransang, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan presepsi yang

sama oleh semua siswa, sehingga hakikat dari media yaitu untuk

menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima benar-benar memenuhi

fungsinya.

Berdasarkan definisi tersebut, Peneliti menyimpulkan bahwa media

pembelajaran adalah suatu alat/ wahana yang dapat memudahkan siswa

dalam mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan

harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan

lebih merangsang kegiatan belajar siswa.

2.1.2 Fungsi Media Pembelajaran

Media pengajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan

untuk mengantarkan atau menyampaikan pesan, berupa sejumlah

pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap kepada peserta didik sehingga

peserta didik itudapat menangkap

1. Alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif;

2. Bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar;

3. Melakukan dasar-dasar yang kongkrit dari konsep yang abstrak

sehingga dapat mengurangi pemahaman yang bersifat verbalisme;

4. Membangkitkan motivasi belajar peserta didik;

5. Mempertinggi mutu belajar mengajar. (Mulyani Sumantri, dkk

2001: 154)

Menurut Sadiman, dkk (2010: 17) media pembelajaran mempunyai

kegunaankegunaan sebagai berikut:

a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis

(dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

Page 3: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

9

b) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.

c) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi

dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media pendidikan

berguna untuk:

1. Menimbulkan kegairahan belajar.

2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik

dengan lingkungan dan kenyataan.

3. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut

kemampuan dan minatnya.

d) Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan

lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan

materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan

banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi

sendiri. Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga

berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu

dengan kemampuannya dalam:

1) Memberikan perangsang yang sama.

2) Mempersamakan pengalaman.

3) Menimbulkan persepsi yang sama.

Peranan Media dalam proses belajar mengajar menurut Gerlac dan

Ely (1971:285) ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki

media pengajaran yaitu :

1. Media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan

menampilkan kembali suatu objek atau kejadian,

2. Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau

kejadian dengan berbagai macam cara disesuaikan dengan

keperluan, dan

3. Media mempunyai kemampuan utuk menampilkan sesuatu objek atau

kejadian yang mengandung makna.

Page 4: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

10

Begitu juga, Ibrahim (1982:12) mengemukakan fungsi atau

peranan media dalam proses belajar mengajar antara lain :

a. Dapat menghindari terjadinya verbalisme,

b. Membangkitkan minat atau motivasi,

c. Menarik perhatian,

d. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran,

e. Mengaktifkan siswa dalam belajar dan

f. Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.

Berdasarkan fungsi media dalam pembelajaran yang dikemukakan

oleh para ahli tersebut, nampak jelas bahwa media pembelajaran

mempunyai andil yang besar terhadap kesuksesan proses belajar mengajar.

Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa

informasi dari sumber (Guru) menuju penerima (Siswa). Dalam kegiatan

interaksi antara siswa dengan lingkungannya, fungsi media dapat diketahui

berdasarkan adanya kelebihan dan hambatannya yang mungkin timbul

dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan fungsi tersebut maka, peneliti dapat menyimpulkan

bahwa fungsi media pembelajaran adalah suatu alat/ wahana untuk dapat

manimbulkan motivasi belajar siswa, memberikan perangsang yang sama,

mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.

Sehingga proses penyampaian pelajaran dapat tercapai sesuai tujuan

pembelajaran yang akan dicapai.

2.1.3 Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran

Dari beberapa pengertian tentang media pembelajaran yang telah

dipelajari, tersirat tujuan dari penggunaan suatu media yaitu untuk

membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara mudah kepada peserta

didik sehingga peserta didik dapat menguasai pesan-pesan secara mudah

mudah kepada peserta didik sehingga pesesrta didik dapat menguasai

pesan-pesan tersebut secara cepat, dan akurat. Dalam kerangka proses

belajar mengajar yang dilakukan guru, penggunaan media dimaksudkan

Page 5: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

11

agar peserta didik yang terlibat dalam kegiatan belajar itu terhindar dari

gejala verbalisme, yakni mengetahui kata-kata yang disampaikan guru

tetapi tidak memahami arti atau maknanya.

Menurut Mulyani Sumantri, dkk (2001: 153) Secara khusus media

pengajaran digunakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami

konsep, prinsip, sikap, dan keterampilan tertentu dengan menggunakan

media yang paling tepat menurut karakteristik bahan;

2. Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga

lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar;

3. Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi karena

peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media

tertentu;

4. Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik.

2.1.4 Alasan Penggunaan Media Pengajaran

Media pengajaran digunakan guru karena bertitik tolak dari dua hal

berikut, yaitu:

1. Belajar merupakan perubahan perilaku

Belajar dipandang sebagai perubahan perilaku peserta didik.

Perubahan perilaku ini tidak terjadi dengan sendirinya melalui sesuatu

proses. Proses perubahan perilaku ini dimulai dari adanya ransangan

yaitu peserta didik menangkap ransangan kemudian mengolahnya

sehingga membentuk suatu persepsi. Semakin baik rangsangan

diberikan semakin kuat persepsi peserta didik terhadap rangsangan

tersebut.

Pembentukan persepsi harus diupayakan secara kuat oleh guru

agar terbentuk. Suatu pengalaman belajar murid yang bermakna.

Tetapi ada kalanya pembentukan persepsi dapat terganggu karena

terdapat kekurangan atau hambatan dalam alat indera, minat,

pengalaman, kecerdasan, perhatian serta kejelasan objek yang akan

Page 6: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

12

dikenalkan. Untuk menanggulangi kekurangan/hambatan terbentuknya

persepsi harus diupayakan suatu bentuk alat bantu yang memudahkan

atau mengurangi hambatan-hambatan penguasaan kemampuan peserta

didik. Oleh karena itu digunakan media pengajaran sebagai

pemecahannya.

2. Belajar Merupakan Proses Komunikasi

Proses belajar mengajar pada hakekatnya merupakan proses

komunikasi. Proses komunikasi adalah proses menyampaikan pesan

dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima

pesan. Dalam proses penyampaian pesan tersebut tidak selamanya

sukses, karena terdapat beberapa hambatan baik yang ditimbulkan dan

pemberi pesan ataupun dari penerima pesan. Hambatan atau gangguan

dalam proses komunikasi ini disebut noises.

Nois atau hambatan dalam peristiwa itu bias bermacam-

macam. Dalam proses pengajaran, nois itu dapat berupa keterbatasan

peserta didik secara fisik maupun psikologis, cultural maupun

lingkungan. Keterbatasan secara fisik dapat berupa dapat tubuh,

keterbatasan daya indera, sakit, kelelahan, dsb. Keterbatasan secara

psikologis dapat berupa minat, kecerdasan, kepercayaan, sikap, dsb.

Keterbatasan secara cultural misalnya adat yang berbeda, kebiasan

hidup, sikap hidup, norma-norma, kepercayaan, bahasa dsb.

Sedangkan keterbatansan dalam aspek lingkungan dapat berupa

keadaan mencekam/menakutkan, bising, populasi dan sebagainya.

Untuk meredam, memperkecil, mengatasi atau menghilangkan

beragam keterbatasan dalam komunikasi itu, dapat digunakan alat

perantara yang disebut media pengajaran.

2.1.5 Prinsip-Prinsip Pemilihan Suatu Media

Sri Anitah (2008) menjelaskan bahwa seorang guru dalam

melaksanakan pengajaran dengan menggunakan media pembelajaran

sebaiknya memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :

Page 7: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

13

a. Menetapkan media pembelajaran dengan karakteristik siswa.

b. Persiapan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.

c. Guru harus bisa memotivasi siswa dan menyiapkan kelas

d. Penyajian pelajaran.

e. Evaluasi pelajaran dan peragaan.

f. Mengadakan kegiatan belajar dengan menggunakan media

pembelajaran.

Kemudian dijelaskan oleh Mulyani Sumantri, dkk (2001) bahwa

penggunaan media pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip

sebagai berikut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal:

1. Memilih media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan

pengajaran yang akan disampaikan;

2. Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan

peserta didik;

3. Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik

dalam pengadaannya dan penggunaannya;

4. Memilih media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada

waktu, tempat dan situasi yang tepat;

5. Memilih media harus memahami karakteristik dari media itu sendiri.

Sedangkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam

memilih media adalah:

1. Objektivitas, artinya pemilihan media tidak didasarkan karena kesukaan

peribadi atau sekedar hiburan sehingga menghiraukan kegunaan dan

relevansinya dengan bahan dan kerakteristik peserta didik;

2. Program pengajaran, artinya memilih media harus disesuaikan dengan

program pengajaran karena tidak semua media dapat digunakan untuk

semua program pengajaran;

3. Situasi dan kondisi, artinya pemilihan media harus disesuaikan dengan

situasi belajar mengajar artinya disesuaikan dengan metode mengajar,

materi pelajaran, serta lingkungan sekolah dan kelas;

Page 8: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

14

4. Kualitas teknik, yaitu kesiapan operasional media sebelum digunakan,

misalnya untuk tape recorder apakah semua masih berjalan baik atau

ada kerusakan;

5. Keefektifan dan efisiensi penggunaan artinya penggunaan media bukan

semata-semata karena melaksanakan salah satu komponen-komponen

tetapi apakah media itu betul-betul berguna untuk memudahkan

penguasaan peserta didik.

2.1.6 Langkah-Langkah Dalam Menggunakan Media Pembelajaran

Menurut Sungkono (2009) Media pembelajaran yang telah dipilih

agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-

langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok yang dapat

dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.

1. Persiapan

Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar

yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah

persiapan diantaranya:

a) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan

sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam rencana

pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang

akan digunakan.

b) Mempelajari buku petunjuk atau bahan penyerta yang telah

disediakan,

c) Menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar

dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari

lagi serta peserta didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.

2. Pelaksanaan/Penyajian

Tenaga Pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran

dengan menggunakan media pembelajaran perlu mempertimbangkan

seperti: a) yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap

Page 9: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

15

dan siap untuk digunakan. b) jelaskan tujuan yang akan dicapai, c)

jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik

selama proses pembelajaran, d) hindari kejadian-kejadian yang

sekiranya dapat mengganggu perhatian/konsentrasi, dan ketenangan

peserta didik.

3. Tindak lanjut

Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman

peserta didik tentang materi yang dibahas dengan menggunakan media.

Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur efektivitas

pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat

dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi, latihan dan tes.

Uraian penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran

yang di jelaskan oleh kedua ahli masih secara keseluruhan dan masih

secara umum jadi belum dikelompokkan tentang kegiatan pada tahap

persiapan dan tahap pelaksanaan dimana tahap pelaksanaan meliputi

kegiatan awal, kegiatan inti, dan dan kegiatan akhir dan pada kegiatan

peragaanya dalam menyampaikan materi pelajaran. Untuk tahap

persiapan sudah jelas dari kedua pendapat bahwa pada tahap ini

merupakan pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan dalam

penelitian harus sesuai dengan materi yang akan di ajarkan. Dalam

penelitian ini materi yang akan diajarkan adalah Daur Air kelas V

Semester II tahun pelajaran 2011/2012. Pada tahap pelaksanaan

meliputi ketrampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran

yaitu cara peragaan dalam penyampaian materi pelajaran pada daur air.

Peneliti mengkaji dan mengelompokkan penggunaan media

pembelajaran dalam pembelajaran yang terstruktur yaitu sebagai

berikut:

I. Tahap persiapan, meliputi

a. Memilih media yang sesuai dengan karakteristik siswa.

Page 10: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

16

b. Mambuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan

mencantumkan media yang telah dipilih untuk digunakan

dalam RPP tersebut.

c. Mempelajari kembali media yang akan digunakan dalam

pembelajaran dengan melihat buku panduan penggunaan media

tersebut.

d. Menyiapkan media pembelajaran sebelum pembelajaran

dimulai.

II. Tahap pelaksanaan, meliputi

a. Kegiatan awal

1. Mengecek kembali media yang akan digunakan dalam

pembelajaran

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

b. Kegiatan inti

1. Siswa diminta untuk mencatat hasil pengamatan yang

mereka temukan dalam tampilan media pembelajaran

Powerpoint mengenai daur air.

2. Siswa diminta untuk aktif bertanya jika ada penjelasan guru

yang belum mereka pahami.

3. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok. Setiap

kelompok mengamati kejadian yang mengenai daur air

dalam kehidupan sehari-hari.

4. Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya.

5. Menyimpulkan hasil pembelajaran, dan menyelesaikan

soal-soal evaluasi.

III. Kegiatan akhir

1. Refleksi dari kegiatan dan pembelajaran.

2. Evaluasi.

Jadi kesimpulan dari penggunaan media pembelajaran Power Point

dalam pembelajaran materi daur air adalah untuk memantapkan

pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan

Page 11: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

17

menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk

mengukur minat dan keaktifan belajar siswa dari proses pembelajaran

yang telah dilakukannya. Dari kajian yang dilakukan, peneliti

mengembangkannya ke dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran

yang dilakukan di SD Negeri Dukuh 01 Salatiga yaitu sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

a. Pemilihan media pembelajaran powerpoint karena penggunaan

media powerpoint tidak hanya cocok untuk kalangan orang dewasa

tetapi juga cocok untuk anak-anak (siswa).

b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan

memasukan media pembelajaran yang telah dipilih dalam RPP.

c. Mempelajari media yang telah disiapkan agar tidak lupa dalam

pelaksanaannya.

d. Menyiapkan media pembelajaran sebelum pembelajaran dimulai.

2. Tahap Pelaksanaan,

a. Kegiatan awal

1. Mempersiapkan dan mengecek kesiapan penggunaan media

pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran

2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

b. Kegiatan Inti

1. Guru menyuruh Siswa mencatat point-point penting dalam

pembelajaran yang dipresentasikan mengenai materi daur air.

2. Guru meminta siswa menanyakan jika ada penjelasannya yang

kurang siswa pahami.

3. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok belajar.

Dalam kelompok siswa diminta mengamati dan mencatat

kejadian sehari-hari yang ada dilingkungan mereka yang

mengenai daur air.

4. Setelah siswa selesai mengamati, setiap kelompok diminta

untuk melaporkan hasil pengamatannya.

Page 12: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

18

5. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan dari hasil

kegiatan yang telah dilakukan.

c. Kegiatan Akhir

1. Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan memutarkan

video tentang daur air.

2. Guru memberikan evaluasi kepada siswa.

2.2 Microsoft Power Point

Microsoft PowerPoint 2007 adalah program aplikasi untuk membuat

presentasi secara elektronik yang handal. Presentasi Power Point dapat terdiri

dariteks, grafik, objek gambar, cli part, movie, suara dan objek yang dibuat

program lain. Program ini pun dapat dicetak secara langsung menggunakan

kertas, atau dengan menggunakan transparansi untuk kebutuhan presentasi

melalui Overhead, serta dapat dicetak untuk ukuran slide film. Apabila

dibutuhkan dibagikan kepada audiens sebagai bahan pendukung dalam

presentasi, maka kita dapat mencetaknya seperti notes, handout dan outline.

Kita juga dapat menampilkan presentasi secara online baik melalui internet

maupun intranet.

Tampilan Ms. PowerPoint 2007 mengalami perubahan yang cukup

signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Pada dasarnya semua tools yang

ada pada Ms. PowerPoint 2007 juga ada versi yang belumnya, tetapi

tampilannya sangat berbeda dan terdapat beberapa fitur tambahan. Jika Anda

telah menguasai Ms. PowerPoint sebelumnya, maka Anda akan lebih mudah

untuk mempelajari kembali penggunannya pada Ms. PowerPoint 2007.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan Ms.

Power Point 2007 yang ada di komputer Anda.. Pengaktifan Ms. Power Point

2007 ini bisa dilakukan dengan langkah berikut:

• Klik START, pilih Program, pilih Microsoft Office, dan kemudian klik

Power Point.

Start Program Microsoft Office Micorosoft Office

PowerPoint 2007

Page 13: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

19

Dibawah ini merupakan window dari Ms. PowerPoint 2007 yang

digunakan dalam pekerjaan pembuatan slide presentasi yang di padukan

dengan animasi, baik itu berupa grafik atau animasi bergerak (cartoon).

Gambar 2.1

Tampilan Dasar dari Layar Kerja Power Point

Keterangan Gambar :

Menu Bar : Daftar menu yang masing-masing terdiri dari beberapa

perintah

Standart Toolbar : Tools untuk menangani file, menyisipkan objek baik

gambar atau grafik

Formatting Toolbar : Tools yang terdiri dari item yang berhubungan

dengan pengaturan huruf atau tulisan

Slide Sorter View : Menampilkan keseluruhan slide di layar kerja dalam

bentuk ukuran kecil

Slide Show : Menampilkan tayangan sebuah slide

Drawing Toolbar : Tolls yang terdiri dari item yang berhubungan dengan

pembuatan ataupun pengaturan gambar.

Di bawah ini merupakan keterangan dari kegunaan masing-masing

toolbar Ms. Powerpoint secara detail :

Page 14: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

20

Gambar 2.2

Tampilan Drawing Toolbar

1. Draw : Mempermudah penempatan dan pengorganisasian objek, misalnya

dalam melakukan grouping, ordering, rotate, text wrapping, dll

2. Select Object : Melakukan pilihan terhadap obyek tertentu

3. AutoShapes : Menyediakan berbagai macam pilihan bentuk yang dapat

mendukung penyajian presentasi seperti callouts, basic shape, lines,stars

and banners, dll

4. Line : Menggambar garis

5. Arrow : Menggambar tanda panah

6. Rectangle : Menggambar bentuk persegi

7. Oval : Menggambar bentuk oval atau lingkaran

8. Text Box : Membuat serangkaian text

9. Word Art : Membuat efek-efek text yang menarik baik dalam bentuk 2D

maupun 3D

10. Insert Clip Art : Menambahkan gambar ke dalam materi presentasi yang

sedang dipersiapkan, baik berasal dari default Powerpoint maupun dari file

yang kita punyai

11. Fill Color : Memberikan pewarnaan terhadap suatu objek tertentu

12. Line Color : Memberikan pewarnaan terhadap garis tepi dari suatu objek

13. Font Color : Memberikan pewarnaan terhadap text yang diseleksi

14. Line Style : Memberikan pilihan ketebalan (dalam ukuran point) terhadap

model garis yang dipakai

15. Dash Style : Memberikan pilihan terhadap mode garis yang dipakai

16. Arrow Style : Memberikan pilihan terhadap mode arrow yang dipakai

17. Shadow : Memberikan efek bayangan pada objek yang diseleksi (tidak

untuk text)

18. 3-D : Memberikan efek 3 dimensi pada objek yang diseleksi (tidak untuk

text)

Page 15: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

21

2.2.1 Fungsi Microsoft Power Point

Software microsof powerpoint sangat berguna dalam mendukung

kesuksesan sebuah presentasi. Dalam microsof powerpoint, kita dapat

memasukan elemenelemen seperti gambar atau movie, yaitu salah satu

elemen yang sangat mudah untuk dimengerti oleh audience (Siswa).

2.2.2 Kekurangan Dan Kelebihan Microsoft Power Point

1) Kekurangan

Kelemahan yang terdapat pada Microsoft powerpoint yaitu

dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk pembuatan program virus

Torjan. Paket software yang terkena imbas dari eksploitasi kelemahan

PowerPoint ini adalah versi Microsoft Office PowerPoint 2000,

PowerPoint 2002, Powerpoint 2003 dan Microsoft Office 2004 untuk

Mac. Sedangkan untuk Microsoft Office PowerPoint 2007 dan

Microsoft Office 2008 untuk Mac masih bersih dari aksi hacker.

2) Kelebihan

Powerpoint memiliki beberapa keunggulan dibandingkan

program lain, antara lain sebagai berikut:

3. Mudah di pergunakan karena merupakan bagian dari Ms. Office

4. Presentasi Multimedia: Kita dapat menambahkan berbagai

multimedia pada slide presentasi, seperti : clip art, picture, gambar

animasi (GIF dan Flash), background audio/music¸narasi, movie

(video klip).

3. Custom Animation. Powerpoint memiliki fasilitas custom animation

yang sangat lengkap. Dengan fasilitas ini presentasi dapat menjadi

lebih ’hidup’, menarik, dan interaktif.

2.2.3 Penggunaan Media Power Point dalam pembelajaran

Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti

yang cukup penting. Dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan-bahan

yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai

perantara kerumitan bahan yang akan disampaikan, Daryanto (2010: 4).

Page 16: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

22

Penggunaan Media Powerpoint dalam pembelajaran memegang peranan

penting sebagai alat bantu untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang

efektif, karena dapat mendorong motivasi dan meningkatkan hasil prestasi

belajar siswa. Setiap proses pembelajaran dilandasi dengan adanya

beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode, media, alat, serta

evaluasi. Dalam pencapaian tujuan, peranan media pembelajaran

merupakan bagian terpenting pembelajaran yang dapat membantu siswa

lebih mudah untuk memahami materi. Dalam proses belajar mengajar

media Powerpoint dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar

proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan hal tersebut, dalam pembelajaran media

pembelajarann pada siswa juga dapat memotivasi siswa untuk mengikuti

kegiatan belajar mengajar dengan antusias. Karena media yang menarik

perhatian mereka, juga dapat membuat siswa termotivasi dalam belajar.

Dengan adanya media pembelajaran yang menarik, diharapkan dapat

meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa.

1.2.4. Sintaks Langkah-Langkah Dalam Menggunakan Media

Pembelajaran power point (Sungkono, 2009)

Menurut Sungkono (2009) Media pembelajaran yang telah dipilih

agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-

langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok yang dapat

dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.

Penjelasan tentang penggunaan media pembelajaran dalam

pembelajaran menurut Sungkono (2009) masih secara keseluruhan dan

masih secara umum jadi belum dikelompokkan tentang kegiatan pada

tahap persiapan dan tahap pelaksanaan dimana tahap pelaksanaan meliputi

kegiatan awal, kegiatan inti, dan dan kegiatan akhir dan pada kegiatan

peragaanya dalam menyampaikan materi pelajaran. Untuk tahap persiapan

sudah jelas dari kedua pendapat bahwa pada tahap ini merupakan

pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian

Page 17: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

23

harus sesuai dengan materi yang akan di ajarkan. Dalam penelitian ini

materi yang akan diajarkan adalah Daur Air kelas V Semester II tahun

pelajaran 2011/2012. Pada tahap pelaksanaan meliputi ketrampilan guru

dalam menggunakan media pembelajaran yaitu cara peragaan dalam

penyampaian materi pelajaran pada daur air. Peneliti mengkaji dan

mengelompokkan penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran

yang terstruktur yaitu sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

a. Pemilihan media pembelajaran powerpoint karena penggunaan

media powerpoint tidak hanya cocok untuk kalangan orang dewasa

tetapi juga cocok untuk anak-anak (siswa).

b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan

memasukan media pembelajaran power point yang telah dipilih

dalam RPP.

c. Mempelajari media power point yang telah disiapkan agar tidak

lupa dalam pelaksanaannya.

d. Menyiapkan media pembelajaran power point sebelum

pembelajaran dimulai.

2. Tahap Pelaksanaan,

a. Kegiatan awal

Mempersiapkan dan mengecek kesiapan penggunaan media

pembelajaran power power point yang akan digunakan dalam

pembelajaran

Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

b. Kegiatan Inti

Mengoperasikan media power point yang berisikan materi daur

air dan peristiwa alam.

Memperhatikan aktifitas siswa dan mengelola kelas sesuai

rancangan pembelajaran yang telah ditemukan.

Menjelaskan materi yang ada di setiap slide.

Page 18: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

24

Berhenti mengoperasikan slide dan memberi kesempatan

kepada siswa untuk bertanya.

Memutar ulang slide pada bagian yang kurang jelas bagi siswa.

Menyuruh Siswa mencatat point-point penting dalam

pembelajaran yang dipresentasikan mengenai materi daur air.

Meminta siswa menanyakan jika ada penjelasannya yang

kurang siswa pahami.

Membagi siswa kedalam beberapa kelompok diskusi. Dalam

kelompok diskusi siswa diminta untuk pengamatan video yang

ditayangkan di slide serta mengaitkannya dengan kejadian

sehari-hari yang ada dilingkungan mereka yang mengenai daur

air dan peristiwa alam.

Setelah siswa selesai mengamati, setiap kelompok diminta

untuk melaporkan hasil pengamatannya.

Membimbing siswa dalam menyimpulkan dari hasil kegiatan

yang telah dilakukan.

c. Kegiatan Akhir

Melakukan refleksi pembelajaran dengan memutarkan kembali

slide dan video tentang daur air.

Memberikan evaluasi kepada siswa.

3. Tindak lanjut

a. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dari materi

yang belum di pahami.

b. Memberi penguatan, penjelasan tambahan, dan pengayaan terhadap

materi yang telah disampaikan

c. Jika perlu memutarkan kembali slide pada bagian-bagian tertentu.

d. Membimbing siswa memberi kesimpulan tentang materi yang

disampaikan.

e. Mengoreksi jawaban siswa.

Page 19: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

25

2.3 Pengertian Interaktif

Interaktif yaitu, dimana dalam suatu aplikasi multimedia pengguna

atau pemakai diberikan suatu kemampuan untuk mengontrol elemen-elemen

yang ada.Misalnya, pengguna menekan mouse atau objek pada screen seperti

button atau teks.

2.4 Minat dan Kektifan Belajar

2.4.1. Pengertian Minat

Dalam memudahkan pemahaman tentang minat belajar, maka

dalam pembahasan ini terlebih dahulu akan diuraikan menjadi minat dan

belajar.

Secara bahasa minat berarti “kecenderungan hati yang tinggi

terhadap sesuatu.”1 Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri

seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang

sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya.

Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.

Sedangkan pengertian minat secara istilah telah banyak dikemukakan oleh

para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh

Slameto menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to

end enjoy some activity and content.”2 Sardiman A. M. berpendapat

bahwa “minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila

seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan

dengan keinginan-keinginan atau kebutuhankebutuhannya sendiri.”3

Sedangkan menurut I. L. Pasaribu dan Simanjuntak mengartikan minat

sebagai “suatu motif yang menyebabkan individu berhubungan secara

aktif dengan sesuatu yang menariknya.”4 Selanjutnya menurut Zakiah

Daradjat, dkk., mengartikan minat adalah “kecenderungan jiwa yang tetap

ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang.”5 Dari beberapa definisi

yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat

disimpulkan bahwa, minat adalah kecenderungan seseorang terhadap

Page 20: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

26

obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan

senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat.

2.4.2. Unsur-Unsur Minat dan Fungsi Minat dalam Belajar

1. Unsur-unsur minat

a. Perhatian

Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan

dengan baik, dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat

siswa dalam belajar. Menurut Sumadi Suryabrata “perhatian adalah

banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang

dilakukan.”11 Kemudian Wasti Sumanto berpendapat “perhatian

adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu

obyek, atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu

aktivitas.”12 Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan

lebih sukses dan prestasinya pun akan lebih tinggi. Maka dari itu

sebagai seorang guru harus selalu berusaha untuk menarik

perhatian anak didiknya sehingga mereka mempunyai minat

terhadap pelajaran yang diajarkannya. Orang yang menaruh minat

pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar. Ia

tidak segan mengorbankan waktu dan tenaga demi aktivitas

tersebut. Oleh karena itu seorang siswa yang mempunyai perhatian

terhadap suatu pelajaran, ia pasti akan berusaha keras untuk

memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar.

b. Perasaan

Unsur yang tak kalah pentingnya adalah perasaan dari anak

didik terhadap pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Perasaan

didefinisikan “sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif yang

umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami

dalam kualitas senang atau tidak dalam berbagai taraf.”13 Tiap

aktivitas dan pengalaman yang dilakukan akan selalu diliputi oleh

suatu perasaan, baik perasaan senang maupun perasaan tidak

Page 21: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

27

senang. Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal

artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menganggap,

mengingat-ingat atau memikirkan sesuatu. Yang dimaksud dengan

perasaan di sini adalah perasaan senang dan perasaan tertarik.

“Perasaan merupakan aktivitas psikis yang di dalamnya subjek

menghayati nilai-nilai dari suatu objek.”14 Perasaan sebagai faktor

psikis non intelektual, yang khusus berpengaruh terhadap semangat

belajar. Jika seorang siswa mengadakan penilaian yang agak

spontan melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di

sekolah, dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif

maka akan timbul perasaan senang di hatinya akan tetapi jika

penilaiannya negatif maka timbul perasaan tidak senang. Perasaan

senang akan menimbulkan minat, yang diperkuat dengan sikap

yang positif. Sedangkan perasaan tidak senang akan menghambat

dalam mengajar, karena tidak adanya sikap yang positif sehingga

tidak menunjang minat dalam belajar.

c. Motif

Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong

seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan

“sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk

melakukan kreativitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.”15

Menurut Sumadi Suryabrata, motif adalah “keadaan dalam pribadi

orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-

aktivitas tertentu guna mencari suatu tujuan.”16 Seseorang

melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya.

Dalam hal ini motivasi sebagai dasar penggeraknya yang

mendorong seseorang untuk belajar. Dan minat merupakan potensi

psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi bila

seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan

melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu.

Ketiadaan minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal

Page 22: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

28

penyebab kenapa anak didik tidak bergeming untuk mencatat apa-

apa yang telah disampaikan oleh guru. Itulah sebagai pertanda

bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Oleh

karena itu guru harus bisa membangkitkan minat anak didik.

Sehingga anak didik yang pada mulanya tidak ada hasrat untuk

belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya

untuk belajar. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan,

sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tak

akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini merupakan

pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh

kebutuhannya. Dan segala sesuatu yang menarik minat orang

tertentu selama sesuatu itu tidak bersentuhan dengan

kebutuhannya. Oleh karena itu, apa yang seseorang lihat sudah

tentu membangkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu

mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. Jadi

motivasi merupakan dasar penggerak yang mendorong aktivitas

belajar seseorang sehingga ia berminat terhadap sesuatu objek,

karena minat adalah alat motivasi dalam belajar.

2. Fungsi minat dalam belajar

Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi

usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan

usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi

tantangan. Jika seorang siswa memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat

dapat mengerti dan mengingatnya. Elizabeth B. Hurlock menulis

tentang fungsi minat bagi kehidupan anak sebagaimana yang ditulis

oleh Abdul Wahid sebagai berikut:

a. Minat mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita. Sebagai contoh

anak yang berminat pada olah raga maka cita-citanya adalah

menjadi olahragawan yang berprestasi, sedang anak yang berminat

pada kesehatan fisiknya maka cita-citanya menjadi dokter.

Page 23: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

29

b. Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat. Minat anak untuk

menguasai pelajaran bisa mendorongnyauntuk belajar kelompok di

tempat temannya meskipun suasana sedang hujan.

c. Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas. Minat seseorang

meskipun diajar oleh guru yang sama dan diberi pelajaran tapi

antara satu anak dan yang lain mendapatkan jumlah pengetahuan

yang berbeda. Hal ini terjadi karena berbedanya daya serap mereka

dan daya serap ini dipengaruhi oleh intensitas minat mereka.

d. Minat yang terbentuk sejak kecil/masa kanak-kanak sering terbawa

seumur hidup karena minat membawa kepuasan. Minat menjadi

guru yang telah membentuk sejak kecil sebagai misal akan terus

terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan. Apabila ini terwujud

maka semua suka duka menjadi guru tidak akan dirasa karena

semua tugas dikerjakan dengan penuh sukarela. Dan apabila minat

ini tidak terwujud maka bisa menjadi obsesi yang akan dibawa

sampai mati.17 Dalam hubungannya dengan pemusatan perhatian,

minat mempunyai peranan dalam “melahirkan perhatian yang serta

merta, memudahkan terciptanya pemusatan perhatian, dan

mencegah gangguan perhatian dari luar.”18 Oleh karena itu minat

mempunyai pengaruh yang besar dalam belajar karena bila bahan

pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka

siswa tersebut tidak akan belajar dengan sebaik- baiknya, sebab

tidak ada daya tarik baginya. Sedangkan bila bahan pelajaran itu

menarik minat siswa, maka ia akan mudah dipelajari dan disimpan

karena adanya minat sehingga menambah kegiatan belajar. Fungsi

minat dalam belajar lebih besar sebagai motivating force yaitu

sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang

berminat kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk

tekun belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya

menerima pelajaran. mereka hanya tergerak untuk mau belajar

tetapi sulit untuk terus tekun karena tidak ada pendorongnya. Oleh

Page 24: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

30

sebab itu untuk memperoleh hasil yang baik dalam belajar seorang

siswa harus mempunyai minat terhadap pelajaran sehingga akan

mendorong ia untuk terus belajar.

2.4.3 Pengertian Keaktifan

Aktif menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002:19) berarti giat

(bekerja atau berusaha), sedangkan keaktifan diartikan sebagai hal atau

keadaan dimana siswa dapat aktif. Keaktifan siswa dalam belajar IPA

tampak dalam kegiatan berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran.

Menurut Moh User Usman (2002: 26) cara yang dapat dilakukan

guru untuk memperbaiki keterlibatan siswa antara lain sebagai berikut :

a. Tingkatkan persepsi siswa secara aktif dalam kegiatan belajar

mengajar yang membuat respon yang aktif dari siswa.

b. Masa transisi antara kegiatan dalam mengajar hendaknya dilakukan

secara cepat dan luwes.

c. Berikan pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan mengajar

yang akan dicapai.

d. Usahakan agar pengajaran dapat lebih memacu minat siswa.

Menurut Lidgen (Moh User Usman, 2002: 24) terdapat empat jenis

interaksi dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya sebagai berikut:

Gambar 1. Interaksi Kegiatan Belajar

G

S S S

Ada balikan bagi guru, tidak ada

interaksi diantara siswa. Gambar 1.b

G

S S S

Komunikasi satu arah

Gambar 1.a

G

S S S

Interaksi optimal antara guru dengan siswa

dan antara siswa dengan yang lainnya.

Gambar 1.d

G

S S S

Ada balikan bagi guru, ada interaksi

diantara siswa. Gambar 1.c

Page 25: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

31

Komunikasi satu arah (gambar 1.a) merupakan komunikasi yang

hanya dilakukan oleh guru terhadap siswa, sementara siswa hanya pasif

sebatas mendengar komunikasi dari guru. Komunikasi dari guru sudah

mendapat respon balik dari siswa, tetapi tidak ada interaksi antar siswa.

Interaksi yang terjadi hanya antara guru dan siswa selama pembelajaran

(gambar 1.b). komunikasi dari guru sudah mendapat respon balik dari

siswa dan ada interaksi diantara siswa, tetapi belum keseluruhan siswa

yang melakukan interaksi baik dengan guru maupun siswa lainnya

(gambar 1.c). kemusian sudah berjalan baik antara guru dengan siswa

maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Dalam hal ini interaksi sudah

optimal selama proses pembelajaran (gambar 1.d).

Jenis-jenis interaksi diatas menunjukan derajat keaktifan siswa.

Anak panah menunjukan arah komunikasi sehingga semakin banyak ruas

garis berarah menunjukkan semakin tinggi interaksi siswa. Interaksi lebih

tinggi ini diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan

bersama.

Keaktifan siswa merupakan suatu keadaan dimana siswa

berpartisifasi secara aktif dalam pembelajaran. Dalam hal ini keaktifan

siswa terlihat dari merespon pertanyaan atau perintah dari guru,

mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru, berani

mengemukakan pendapat, dan aktif mengerjakan soal yang diberikan guru.

Indikator Keaktifan, Keaktifan belajar dalam

(http://ardhana12.wordpress.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa

yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam- ptk-2/) dapat dilihat dari :

a. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru

b. Kerjasamanya dalam kelompok

c. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli

d. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal

e. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok

f. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat

g. Memberi gagasan yang cemerlang

Page 26: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

32

h. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang

i. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain

j. Memanfaatkan potensi anggota kelompok

k. Saling membantu dan menyelesaikan masalah

2.4.4 Pengertian belajar

Belajar menurut bahasa adalah “usaha (berlatih) dan sebagai upaya

mendapatkan kepandaian”.6 Sedangkan menurut istilah yang dipaparkan

oleh beberapa ahli, di antaranya oleh Ahmad Fauzi yang mengemukakan

belajar adalah “Suatu proses di mana suatu tingkah laku ditimbulkan atau

diperbaiki melalui serentetan reaksi atas situasi (atau rangsang) yang

terjadi”.7 Kemudian Slameto mengemukakan pendapat dari Gronback

yang mengatakan “Learning is show by a behavior as a result of

experience”.8 Selanjutnya Moh.Uzer Usman dan Lilis Setiawati

mengartikan “belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu

berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu

dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan

lingkungannya”.9 Nana Sudjana mengatakan “belajar adalah proses yang

aktif, belajar adalah mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar

individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses

berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar adalah proses melihat,

mengamati, memahami sesuatu.”10 Dari beberapa pengertian belajar yang

telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa

belajar adalah suatu perubahan tingkah laku individu dari hasil

pengalaman dan latihan. Perubahan tingkah laku tersebut, baik dalam

aspek pengetahuannya (kognitif), keterampilannya (psikomotor), maupun

sikapnya (afektif). Dari pengertian minat dan pengertian belajar seperti

yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar

adalah sesuatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan

keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam

perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Page 27: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

33

2.5 Pelajaran IPA

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari

tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. IPA merupakan

pengetahuan yang ilmiah, yaitu pengetahuan yang diperoleh secara ilmiah. Hal

ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Winaputra, 1992:

122).

Cara penyelidikan IPA meliputi observasi (observation), eksperimen

(experimentation), dan matematika (mathematics). Proses pembelajaran IPA

menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan

kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah,

Usman Samatowa (2006: 150). Secara sistematis, Ilmu Pengetahuan Alam

(IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,

sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa

fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan

suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana

bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta

prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam

kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA dapat dimasukkan dalam klasifikasi

ilmu pendidikan karena dimensi pendidikan IPA sangat luas dan sekurang-

kurangnya meliputi unsur-unsur (nilai-nilai) sosial budaya, etika, moral dan

agama. Oleh sebab itu, belajar IPA bukan hanya sekedar memahami konsep

ilmiah dan aplikasi dalam masyarakat, melainkan juga untuk mengembangkan

berbagai nilai yang terkandung dalam dimensi Pendidikan IPA.

Pendidikan IPA adalah lebih dari sekedar kumpulan yang dinamakan

fakta. IPA merupakan kumpulan pengetahuan dan juga proses. Pembelajaran

IPA di sekolah di harapkan memberi berbagai pengalaman pada anak yang

mengijinkan mereka melakukan berbagai penelusuran ilmiah yang relevan

(Agus. S, 2003: 11).

Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, IPA merupakan ilmu

yang mempelajari tentang segala sesuatu yang terdapat di alam, baik itu zat

yang terkandung atau gejala yang terdapat di alam. IPA merupakan

Page 28: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

34

pengetahuan mempunyai kebenaran melalui metode ilmiah baik secara

induktif ataupun deduktif, dengan ciri: objektif, metodik, sistimatis, universal,

dan tentatif.

2.6 Kajian Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan

Penggunaan Media pembelajaran Powerpoint adalah menggunakan

program aplikasi presentasi dari microsoft power point sebagai media dalam

proses pembelajaran. Penelitian terdahulu yang sebelumnya pernah dilakukan

oleh Muaraputra Sinaga,S.Pd (2009) dengan judul “Pemanfaatan Program

Powerpoint Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sekolah Menengah Pertama

Negeri 1 Nainggolan”. Hasil penelitiannya, dengan menggunakan media

power point terbukti dapat meningkatkan persentase ketuntasan siswa dalam

materi pelajaran.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Jelarwin Dabutar (2008) dengan

judul “Pengaruh Media Pembelajaran powerpoint Terhadap Hasil Belajar

Pengelasan Pada Siswa Yang Berprestasi Tinggi Dan Rendah Di Smk Swasta

1 Trisakti Laguboti - Kabupaten Toba Samosir”. Hasil penelitian :

1) Ada pengaruh yang sangat signifikan dengan penggunaan media Program

Power Point pada siswa berprestasi tinggi terhadap hasil belajar sub

kompetensi Pelaksanaan Prosedur Pengelasan,

2) Ada pengaruh yang sangat signifikan penggunaan media Program Power

Point pada siswa berprestasi rendah terhadap hasil belajar sub kompetensi

Pelaksanaan Prosedur Pengelasan,

3) Terdapat interaksi yang signifikan antara pengajaran yang menggunakan

media program Power Point dan metode konvensional terhadap perolehan

belajar sub kompetensi Pelaksanaan Prosedur Pengelasan.

Sry Anitha (2009) dengan judul Pemanfaatan Microsoft Power Point

Untuk Media Pembelajaran. Kesimpulan yang didapat, Setiap inovasi

pembelajaran akan menghasilkan sesuatu yang menarik bagi peserta didik,

tetapi inovasi tanpa pengembangan lebih lanjut justru akan berdampak kurang

Page 29: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

35

menarik, dan mengurangi minat peserta didik terhadap bahan ajar yang

disajikan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Muaraputra

Sinaga,S.Pd, Jelarwin Dabutar, dan Sry Anitha dapat diambil kesimpulan

bahwa dengan menggunakan media pembelajaran Powerpoint pada

pembelajaran sangat berpengaruh yang sangat signifikan. Dapat meningkatkan

prestasi belajar siswa serta menarik perhatian belajar siswa dan meningkatkan

prestasi belajar siswa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal penggunaan

media pelajaran Powerpoint harus sering digunakan terus-menerus pada saat

melakukan kegiatan belajar mengajar.

2.7 Kerangka Berfikir

Keberhasilan proses pembelajaran juga didukung oleh penggunaan

model atau metode pembelajaran yang tepat, sesuai mata pelajaran, materi

dan kondisi siswa secara keseluruhan, selain oleh kemampuan siswa itu

sendiri. Salah satu wujud pembelajaran yang menekankan minat dan keaktifan

belajar siswa adalah dengan penggunaan media pembelajaran power point

interaktif.

Microsoft PowerPoint 2007 adalah program aplikasi untuk membuat

presentasi secara elektronik yang handal.. Jadi, dengan penggunaan media

pembelajaran power point interaktif diharapkan dapat meningkatkan minat

dan keaktifan belajar siswa. Hal ini juga dikuatkan oleh hasil penelitian yang

relevan yaitu semua siswa sudah berani menanggapi pendapat temannya, dan

mengajukan pertanyaan apabila mereka belum jelas tentang jawaban yang

disampaikan oleh temannya (Tjok Rai Partadjaja dan Made Sulastri,

2007: 28).

Page 30: BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Kajian Teori 2.1 Media ... II.pdfc) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media

36

Bagan Kerangka Berpikir

2.8 Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori di atas maka dapat dirumuskan hipotesis

dalam penelitian sebagai berikut:

Melalui Penggunaan media pembelajaran power point interaktif dalam

pembelajaran IPA, dapat meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa

sehingga hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dukuh 01 Salatiga Tahun

Pelajaran 2011/2012 juga meningkat.

Kondisi

Awal

Tindakan

Kondisi Akhir

Strategi

pembelajaran yang

konvensional

Minat dan Keaktifan siswa

kurang (bertanya,

mengemukakan pendapat,

dan mempertanyakan

gagasan orang lain)

Penggunaan

media

pembelajaran

power point

interaktif

Siklus1

Proses pembelajaran

menekankan pada:

- Siswa aktif mengikuti proses

pembelajaran (keberanian

bertanya, mengemukakan

pendapat,mempertanyakan

gagasan orang lain)

- Siswa berperan aktif dalam

memanfaatkan media

Diduga melalui penggunaan media pembelajaran

power point interaktif, dapat meningkatkan

minat dan keaktifan belajar siswa pada mata

pelajaran IPA kelas V SDN Dukuh 01 Salatiga

semester II tahun 2011/2012.

(keberanian bertanya, mengemukakan pendapat,

mempertanyakan gagasan orang lain dan ikut

serta dalam memanfaatkan media )

Siklus 2

Proses pembelajaran pada

siklus 2 adalah refleksi dari

pelaksanaan siklus 1